Tembakau Hijau dari Gayo Mulai Mendapat Pasar di Jakarta, Jadi Souvenir Wisata Daerah

"Harganya lumayan tinggi. Bako ijo dari Gayo mulai dilirik para penikmat tembakau di Jakarta," kata Jassin Burhan

Tembakau Hijau dari Gayo Mulai Mendapat Pasar di Jakarta, Jadi Souvenir Wisata Daerah
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
"Bako Ijo" atau tembakau hijau dari Gayo kini mulai memperoleh pasar di dalam dan luar daerah, Rabu (17/1/2018) 

Laporan Fikar W.Eda | Takengon

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - "Bako Ijo" atau tembakau hijau dari Gayo kini mulai memperoleh pasar di dalam dan luar daerah.

Di Jakarta, "bako ijo" dibeli dengan harga 200 ribu - 400 ribu per kilogram.

Salah satu daerah penghasil "bako ijo" adalah Kamoung Gunung Suku Rawe, Aceh Tengah.

Baca: Polisi Masih Lacak Pelaku Penipuan Uang Rp 350 Juta di Aceh Tengah

Seniman Jakarta, Jassin Burhan, mendapat permintaan dari beberapa penikmat "bako ijo" dan untuk itu dia lalu memesan "bako ijo" ke Takengon.

"Harganya lumayan tinggi. Bako ijo dari Gayo mulai dilirik para penikmat tembakau di Jakarta," kata Jassin Burhan.

Petani tembakau, M. Syarif Aman Mas memiliki areal "bako ijo" 1,5 hektar.

Dia mengaku mendapat banyak order dari pembeli luar daerah.

Baca: SEATCA : Seluruh Negara-Negara Asia Tenggara Telah Melarang Total Iklan Tembakau Kecuali Indonesia

"Kadang-kadang belum panen, tapi pembeli sudah datang," kata M Syarif Aman Mas.

Selain Gunung Suku Rawe, "bako ijo" juga terdapat di Kampung Kenawat, Bintang dan lain-lain.

"Bako ijo" memiliki aroma yang sangat khas dan segar.

"Bako Ijo" banyak didagangkan di pasar-pasar Kota Takengon dan menjadi souvenir wisata daerah itu.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved