Orang Tua Patut Waspada, Aplikasi Kencan LGBT Bisa Dengan Mudah Diunduh di Smartphone Anak Anda

Cara lainnya, orang tua dapat menyalakan opsi ‘parental control’ yang terdapat di menu setting smartphone android.

Orang Tua Patut Waspada, Aplikasi Kencan LGBT Bisa Dengan Mudah Diunduh di Smartphone Anak Anda
Contoh sticker dalam jejaring sosial Line 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Para orang tua di Aceh patut mewaspadai aplikasi chatting berbasis android yang bernuansa Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).

Sebab, aplikasi tersebut memiliki varian yang cukup banyak, dan bisa dengan mudah diunduh oleh pengguna smartphone android dari semua kalangan, termasuk anak sekolah.   

Peringatan itu disampaikan Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan SKom kepada Serambinews.com, Kamis (18/1/2018).

(Baca: Ini Video Trending di Youtube, Jawaban Ustadz Abdul Somad Terkait Ucapan Jeremy Teti Soal LGBT)

Dia mengatakan, play store di smartphone android menyediakan beragam aplikasi sesuai kebutuhan penggunanya, termasuk aplikasi kencan untuk komunitas LGBT yang diakui di beberapa negara barat.

“Bagi masyarakat Aceh yang mayoritas beragama muslim patut waspada terhadap aplikasi seperti itu. Anak sekolah yang memakai android harus diawasi orang tuanya,” ujar Farhan, dan menyebut usia remaja dipenuhi rasa penasaran terhadap hal baru.

(Baca: Ini Video Trending di Youtube, Jawaban Ustadz Abdul Somad Terkait Ucapan Jeremy Teti Soal LGBT)

Maka dari itu, kata Farhan, orang tua harus mengevaluasi secara rutin aplikasi yang ada di smartphone anak mereka. Apabila ditemukan aplikasi yang berkonten negatif, segera beri pengertian kepada anak terkait bahaya aplikasi itu terhadap masa depannya.

 “Orang tua jangan cuma bisa melarang, tapi berikan edukasi agar mereka mengerti,” katanya. 

Cara lainnya, lanjut Farhan, orang tua dapat menyalakan opsi ‘parental control’ yang terdapat di menu setting smartphone android. 

“Meskipun sederhana, fitur ini cukup berguna untuk mencegah anak membuka atau mendownload konten negatif di smartphone-nya,” jelas dia, dan menyebut ilmu agama harus menjadi pondasi bagi anak. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved