Rustam Efendi: Pemerintah Aceh Bikin Malu Saja
Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Banda Aceh, Rustam Effendi mengatakan belajar
BANDA ACEH - Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Banda Aceh, Rustam Effendi mengatakan belajar dari pengalaman, lawatan Gubernur Aceh ke luar negeri untuk menjaring investor adalah sesuatu yang percuma. Menurutnya, dana Rp 22 miliar untuk mempromosikan Aceh, bukanlah angka kecil.
“Enggak usahlah jalan-jalan dulu. Pakai jas pakai dasi untuk apa itu? Omong kosong, bikin malu kita aja,” tandas Rustam saat menjadi narasumber Program Cakrawala Radio Serambi FM bertajuk `Biaya Promosi Rp 22 Miliar, Umpan Baliknya Berapa?’, Rabu (17/1).
Program cakrawala tersebut juga menghadirkan narasumber internal Waredpel sekaligus Kepala Litbang Harian Serambi Indonesia, Asnawi Kumar dan dipandu Host Radio Serambi FM, Tya Andalusia. Menurut pendapat Effendi, tidak ada yang bisa menjanjikan dana promosi Rp 22 miliar akan mendatangkan investor dan menghasilkan keuntungan berkali lipat.
Dalam pandangannya ini adalah hal yang ironis, di satu sisi banyak yang mau masuk dan menanamkan modal di Aceh, tapi yang belum jelas justru dikejar. Ditambahkannya, selama ini uang habis untuk promosi, tapi tidak menghasilkan apa-apa. Efendi menyebutkan dana yang sesuai untuk promosi itu adalah Rp 2-3 miliar saja. Dana tersebut diprioritaskan untuk membangun penguatan visi dengan menyambangi daerah-daerah dan berkomunikasi langsung dengan para pihak.
Menurutnya, beda halnya kalau yang datang adalah pelancong karena sasarannya jelas. Sementara lawatan ke luar negeri atas nama promosi, lebih banyak habis untuk akomodasi pejabat.
Namun begitu, ia sependapat jika investasi memang perlu, Aceh butuh penanam modal yang kuat. Belajar dari kasus pabrik semen di Laweung, Pidie menurutnya yang terjadi di sana masyarakat dan pemerintah belum sama-sama siap. Di satu sisi masyarakat belum paham manfaat keberadaan investor, yang kedua pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah mesti bijak. Komunikasi dibangun dari atas ke bawah dengan melibatkan unsur-unsur yang bisa melayani dan menjalankan perannya dengan baik. (rul)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rustam-efendi-2_20151110_205217.jpg)