Bang Saf: Saya Ini Orang Wiranto
Ketua DPD Partai Hanura Aceh kubu Sudding, Syafruddin Budiman, menanggapi dingin pemecatan dirinya
* Tanggapi Pemecatannya dari Ketua Hanura Aceh
BANDA ACEH - Ketua DPD Partai Hanura Aceh kubu Sudding, Syafruddin Budiman, menanggapi dingin pemecatan dirinya oleh Ketua Umum Partai Hanura pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO). Dia hanya menegaskan bahwa sikap yang dilakukannya sudah sesuai dengan AD/ART partai.
“Mengenai pemecatan oleh OSO, ya silahkan saja pecat. Yang jelas saya sudah memilih untuk bersikap. Saya ini orang Wiranto. Semua orang tahu. Sikap yang saya pilih adalah berada di kubu Sekjen Sarifuddin Sudding bersama 28 DPD yang lain,” katanya menjawab Serambi, Kamis (18/1).
Syafruddin menyampaikan hal itu seusai acara Munaslub Hanura di Jakarta. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah mempertimbangkan risiko sebelum mengambil langkah untuk mengajukan mosi tak percaya terhadap OSO yang berimbas pada pemecatan OSO sebagai ketua umum dan bergabung dengan Hanura kubu Sudding.
Pria yang akrab disapa Bang Saf Panton ini juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mengambil sikap untuk memecat Plt Ketua DPD Hanura Aceh, Mirwan Amir yang ditunjuk oleh OSO sebagai penggantinya. “Tidak perlulah saya balas memecat Mirwan Amir. Dia itu adik saya. Tidak mungkin itu,” ujarnya.
Apalagi, dirinya bersama Mirwan Amir dan pengurus DPD Hanura Aceh baru menghadiri deklarasi calon bupati Aceh Selatan yang diusung Hanura pada 10-11 Januari lalu. “Kita lanjutkan lagi konsolidasi partai dengan pengurus DPC wilayah Barat-Selatan,” ucap politisi senior ini melalui WhatsApp.
Syafruddin menyatakan tidak ingin menghancurkan partai yang dibesarkannya tersebut dengan aksi pecat memecat sehingga membuat gaduh. Apalagi selama ini Hanura di Aceh sangat solid dan sedang bagus. Meskipun ada beberapa kader diinternal DPD Hanura Aceh yang berbeda pandangan.
“Di Aceh kita solid ya. Masalah ada berbeda pilihan harus kita hormati dan saya pesankan agar hubungan personal sesama kader harus baik. Saya ini politisi yang sudah sangat senior di Aceh. Sudah sering saya hadapi hal seperti ini. Sepanjang kita berbeda pilihan, tapi bisa saling menghargai dan menghormati, Insya Allah kita bisa bersatu kembali,” pesannya.
Dia berharap, agar jangan sampai Hanura Aceh yang sudah dibangun rusak hanya karena konflik di DPP. “Itu yang saya tidak mau. Apalagi sekarang Hanura sudah banyak kader yang muda-muda. Harus terus solid dan bekerja. Jangan terlalu terpengaruh dengan konflik di DPP ini. Calon yang kita usung di Pilkada 2018 juga tidak berubah. Karena sudah sah kita daftarkan,” demikian Syafruddin.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Hanura Aceh, Syafruddin Budiman kini dipecat oleh Ketua Umum Partai Hanura, OSO pada Selasa (16/1) malam. Pemecatan itu dikarenakan Syafruddin mendukung Hanura kubu Ambhara atau kubu Sudding.
Sebagai penggantinya, OSO menunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Aceh yaitu Mirwan Amir yang saat ini menjabat Ketua DPP Bina Wilayah Aceh.(mas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/syafruddin-budiman_20180117_190450.jpg)