Tabrakan Maut Sempati Star

Lagi, Sempati Star Renggut 2 Nyawa

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali menimpa armada Bus Sempati Star

Editor: bakri
WARGA menyaksikan kondisi Bus Sempati Star yang mengalami kecelakaan, Kamis (18/1) di jurang Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. SERAMBI/KHALIDIN 

* Mesin Mati, Lalu Masuk Jurang

SUBULUSSALAM - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali menimpa armada Bus Sempati Star, Kamis kemarin. Kali ini terjadi di dua tempat hanya dalam selisih waktu satu jam, masing-masing di Kota Subulussalam dan Krueng Mane, Aceh Utara. Dua orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka dalam dua insiden terpisah itu.

Di Subulussalam, laka lantas terjadi saat Sempati Star BL 7558 AA dari arah Medan, Sumatera Utara (Sumut) naik sebuah tanjakan terjal di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (18/1) sekitar pukul 04.30 WIB. “Kejadiannya masih pagi sekali, persis menjelang subuh. Kami langsung ke tempat kejadian,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SI melalui Kasatlantas AKP Sukrif Aipda Hasbullah.

Sumber-sumber Serambi di lokasi menyebutkan, kecelakaan tunggal itu terjadi akibat mesin bus mati mendadak saat menanjak. Lalu bus mundur dan masuk ke jurang sedalam puluhan meter.

“Saat bus mundur, sopir tak mampu lagi mengendalikannya sehingga masuk ke dalam jurang yang berada di sebelah kanan jalan dari Medan ke arah Subulussalam,” kata kernet bus itu, Rahmat Roni (44) asal Bireuen kepada awak media di lokasi kejadian.

Roni yang baru pertama mengalami kecelakaan di jalan raya mengaku sangat shock atas kejadian itu. “Saya baru bisa ke luar pas bus sudah di jurang. Saya masih gugup nih,” ujar Roni.

Bus berwarna kuning hitam itu dikemudikan M Salman (48), penduduk Paya Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Akibat kecelakaan itu, seorang penumpang tewas terjepit dan 20 lainnya luka-luka sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Bus tersebut mengangkut penumpang yang didominasi warga asal Medan, Sumut, dan Kerinci, Provinsi Jambi. Berdasarkan dokumen kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan petugas, identitas korban yang meninggal adalah Ferry Alwinsyah (35) beralamat di P Simalingkar, Desa Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

Menurut Kasatlantas AKP Sukrif, sebagaimana dijelaskan Komandan Pos (Danpos) Penanggalan, Aipda Hasbullah, bus itu mengalami kecelakaan menjelang subuh. Begitu mendapat informasi tentang kecelakaan tersebut, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi penumpang.

Polisi bersama warga berhasil mengevakuasi 19 korban, termasuk sopir. Namun, satu penumpang terjepit hingga siang hari. Lewat tengah hari, polisi dan TNI pun akhirnya berhasil mengevakuasi penumpang yang meninggal akibat terjepit itu setelah diupayakan berjam-jam. Proses evakuasi terendala lantaran truk Trado yang mengangkut alat berat jenis ekskavator atau beko juga mengalami kerusakan.

Terkait dengan insiden ini, Aipda Hasbullah mengaku akan segera menggelar olah tempat kejadian dan mengevakuasi bus tersebut. Sedangkan sopir bus telah diamankan di Pos Lantas Penanggalan Kota Subulussalam guna proses lebih lanjut. “Proses evakuasi fisik bus juga akan kami lakukan secepatnya,” ujar Hasbullah.

Bus Sempati Star juga mengalami laka lantas di wilayah Aceh Utara kemarin. Kali ini, bus penumpang antarprovinsi itu menabrak seorang nenek yang sedang berjalan kaki di kawasan Keude Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, hingga tewas, sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang tewas, Antikah (63), warga Desa Lapang Timu, Kecamatan Gandapura, Bireuen.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution, menyebutkan, kejadian ini berawal dari Sempati Star BL 7553 AA yang disopiri Abdul Rahman (35), warga Seunuddon, Aceh Utara, bergerak dari arah timur (Medan) ke barat (Banda Aceh). Mobil melaju di jalurnya dengan kecepatan sekitar 60 km per jam. Tiba-tiba nenek tersebut menyeberang jalan dari arah kiri ke kanan jalan, sehingga langsung tertabrak bus. Korban pun tewas seketika di lokasi kejadian. “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan, diduga korban memang orang yang sedang linglung,” ujarnya.

Menurut Kasat Lantas, tak lama setelah kejadian, personel polisi pun tiba di lokasi. Langkah awal, mereka mengevakuasi korban ke Puskesmas Muara Batu. Sedangkan bus bersama sopirnya diamankan ke Polsek Muara Batu. “Tak lama kemudian, bus pun kita bawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan,” katanya.

Sopir Sempati Star tersebut hingga sore hari masih diamankan di Unit Laka Satlantas Polres Lhokseumawe untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi. (lid/bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved