Massa KPA Bubarkan Deklarasi Pengurus PA

Massa dari Komite Peralihan Aceh (KPA) Nagan Raya membubarkan konferensi pers sekaligus deklarasi kepengurusan

Massa KPA Bubarkan Deklarasi Pengurus PA
MASSA Pro-Chalidin Oesman memperlihatkan SK Pemilihan Ketua PA Nagan Raya, usai menggagalkan deklarasi Pengurus DPW Partai Aceh Periode 2018-2023 di kawasan Lueng Baro, Suka Makmue, Kamis (18/1) siang. 

SUKA MAKMUE - Massa dari Komite Peralihan Aceh (KPA) Nagan Raya membubarkan konferensi pers sekaligus deklarasi kepengurusan DPW Partai Aceh (PA) setempat yang dipimpin Samsuar alias Wan Malaya, Kamis (18/1). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPW PA Nagan Raya, kawasan Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue.

Pantauan Serambi, massa yang datang dengan mobil dan sepeda motor ini dikomandoi Wakil Panglima KPA Nagan, T Ansari Ali. Ikut juga sejumlah pengurus PA Nagan yang diduga berseberangan dengan Wan Malaya.

Saat massa datang, Wan Malaya bersama sejumlah pengurus PA Nagan sedang memberi keterangan kepada wartawan terkait penetapan kepengurusan DPW PA Nagan Raya oleh DPA Partai Aceh. Keadaan sempat tegang saat massa yang merupakan pendukung Chalidin Oesman tiba. Beberapa polisi berpakaian preman yang sejak awal berada di lokasi acara, terlihat berusaha menenangkan suasana.

Untuk diketahui, Chalidin Oesman yang kini menjabat Wakil Bupati Nagan Raya terpilih sebagai Ketua PA setempat berdasarkan hasil musyawarah di Grand Nagan Hotel, akhir Desember 2017. Hasil musyawarah itu didukung 10 pimpinan sagoe di kabupaten tersebut.

Beruntung, massa yang terlihat ‘panas’ tersebut berhasil diredam setelah Kasat Intelkam Polres Nagan Raya, AKP Suprianto bersama sejumlah bawahannya yang mengamankan lokasi acara. Suprianto melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak, supaya tak melakukan tindakan yang berujung pada pelanggaran hukum.

Setelah melalui mediasi, kubu Chalidin Oesman yang dimotori T Ansari Ali, Ruslim, Rahmad, dan sejumlah mantan kombatan lainnya, bersedia tenang dengan syarat deklarasi DPW PA Nagan dan konferensi pers dihentikan.

Beberapa orang yang ikut dalam aksi itu kepada Serambi, mengatakan, mereka membubarkan konferensi pers tersebut untuk memprotes kepemimpinan Samsuar alias Wan Malaya. Sebab, menurut mereka, pengangkatan Wan Malaya sebagai Ketua DPW PA di Nagan sudah memicu perpecahan, tak sesuai dengan mekanisme yang berlaku, dan melanggar AD/ART partai.

“Kami hanya mengakui hasil pemilihan di Grand Nagan Hotel, yang sudah memilih Chalidin Oesman selaku ketua,” kata salah seorang dari mereka.

Sementara Ruslim SH kepada wartawan mengatakan, pihaknya menolak SK yang dikeluarkan Muzakir Manaf selaku Ketua DPP Partai Aceh yang mengangkat Samsuar sebagai Ketua PA Nagan Raya. “Kalau Mualem tak mendengar aspirasi ini, kami akan mengadu ke Wali Nanggroe selaku orangtua kami untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Ruslim.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa KPA membubarkan diri secara tertib dan akhirnya berkumpul pada sebuah warung kopi di kawasan Blang Teungoh, Kecamatan Kuala.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Nagan Raya, Samsuar alias Wan Malaya menegaskan, protes dari anggota KPA seperti itu adalah hal biasa dalam organisasi.

“Mereka (yang protes) akan kita rangkul, saya ingin Partai Aceh di Nagan Raya ke depan makin solid dan maju,” kata Samsuar dalam konferensi pers di Sekretariat PA Nagan Raya, siang kemarin.

Ditegaskan, jabatan Ketua DPW PA Nagan Raya yang diamanahkan kepadanya yang ditetapkan dengan SK DPP PA tersebut sah secara hukum dan AD/ART partai. Sebab, menurutnya, SK Nomor: 002/KPTS-DPA/I/2018 tanggal 5 Januari 2018 itu diteken Muzakir Manaf dan Mukhlis Basyah selaku Ketua dan Sekjen DPA Partai Aceh. SK itu tentang Pengangkatan Pengurus DPW PA Nagan Raya Periode 2018-2023.(edi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved