Harusnya Dibekukan Sementara

WAKIL Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi menilai, sanski yang direkomendasikan Dinah Perhubungan (Dishub) Aceh

Harusnya Dibekukan Sementara
PETUGAS Dinas Perhubungan memeriksa kelengkapan surat bus Sempati Star di Terminal batoh, Banda Aceh, Senin (15/1).

WAKIL Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal H Asnawi menilai, sanski yang direkomendasikan Dinah Perhubungan (Dishub) Aceh ke Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terhadap Sempati Star karena seringnya terjadi kecelakaan, terlalu ringan. Seharusnya sanksi yang direkomkan lebih berat, bahkan Asrizal meminta Perusahaan Otobus (PO) Sempati Star dibekukan untuk sementara.

“Ini tidak cukup rekomendasi saja, ini bapak harus stop dulu semua (bus Sempati), harusnya perusahaannya yang kita bekukan dulu, untuk sementara saja. Kita tak mau cabut karena kita butuh Sempati Star, tapi ini kita bekukan dulu,” kata Asrizal dalam rapat evaluasi operasional dan perizinan trayek bus Sempati Star di Dishub Aceh kemarin.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini cukup beralasan mengapa meminta Dishub Aceh merekom sanksi yang lebih berat kepada Sempati Star. Menurutnya, itu harus dilakukan, agar pihak Sempati Star benar-benar mengavaluasi seluruh menajemennya akibat seringnya terjadi kecelakaan di jalan raya yang selama ini selalu merenggut korban jiwa. “Agar mereka mau mengevaluasinya, jika nanti sudah dievaluasi baru kita izinkan lagi,” ujar Asrizal dalam rapat itu.

Ia menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Sempati Star ini harus menjadi perhatian khusus intansi terkait, terlebih pihak Sempati Star itu sendiri. Pasalnya, kecelakaan selalu saja menimbulkan korban meninggal. “Isu ini betul-betul panas selama ini, banyak warga bekomentar miring terhadap Sempati Star akibat kecelakaan yang terjai bertubi-tubi,” sebutnya.

Ia juga mengatakan, rapat-rapat evaluasi yang digelar instansi terhadap kasus kecelakaan yang melibatkan Sempati Star, tentu tidak lagi bisa menghidupkan para korban yang telah meninggal akibat kecelakaan tersebut.

“Yang perlu sekarang adalah pencegahannya, jangan terulang lagi di masa hadapan, jangan ada lagi murder (pembunuh) di jalan raya. Meninggal memang kehendak Allah, tapi kita ingin tidak ada lagi kecelakaan bus Sempati Star atau bus lainnya,” pungkas Asrizal.

Dalam rapat kemarin, mencuat beberapa hal lainnya terkait kecelakaan yang sering dialami Sempati Star. Salah satunya adalah tingkat profesionalitas sopir bus mewah tersebut, beberapa kalangan yang hadir menilai, kecelakaan yang dialami Sempati Star, rata-rata disebabkan oleh sopir.

Oleh sebab itu, ke depan, diminta perekrutan sopir harus lebih ketat. Bahkan Ketua Organda Aceh, H Ramli mengatakan, sopir-sopir bus harus bersertivikasi. Tujuannya, agar sopir yang dipakai setiap perusahaan otobus, benar-benar sopir yang profesional dan bukan sopir jadi-jadian.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah I Aceh, Buang Turasno, menyebutkan, harusnya setiap sopir memang bersertifikat, menurutnya, bukan hanya SIM yang menjadi syarat bagi setiap sopir. “Sebelum dikeluarkan SIM A itu, sebenarnya harus dapat sertivikasi mengemudi, diajarkan tentang teori mengemudi, undang-undang, baru mengemudi. Itu yang berhak mengeluarkan ya pihak kepolisian,” pungkasnya. (dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved