Polisi Masih Periksa Sopir Bus

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil hingga tadi malam masih menahan dan memeriksa sopir Bus Sempati Star

Polisi Masih Periksa Sopir Bus
IST
Polisi melakukan olah tempat kejadian di lokasi kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Sempati Star BL 7722 AA terjadi di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, Gampong Buket Pala, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu (30/10/2016) pukul 03.30 WIB. 

SUBULUSSALAM - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil hingga tadi malam masih menahan dan memeriksa sopir Bus Sempati Star setelah bus itu terjun bebas ke jurang sedalam puluhan meter di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Hal yang sama juga diperlakukan Satlantas Polres Lhokseumawe terhadap sopir Sempati Star BL 7553 AA yang menabrak seorang nenek hingga tewas di jalan Desa Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK melalui Kasatlantas AKP Syukrif Panigoro SIK mengatakan pihaknya tetap akan memproses secara hukum sopir dalam insiden

jatuhnya Bus Sempati Star jatuh ke jurang, sehingga satu penumpangnya tewas terjepit.

“Sudah kita mintai keterangan, kasus ini masih terus dikembangkan,” kata Syukrif Panigoro saat dikonfirmasi Serambi, Jumat (19/1).

AKP Syukrif menjelaskan, selain sopir, polisi juga memeriksa sejumlah penumpang sebagai saksi dalam kasus kecelakaan maut yang terjadi menjelang subuh itu.

Berdasarkan keterangan sopir kepada pihak kepolisian, kecelakaan itu diawali kondisi mesin yang mulai ngadat alias bermasalah. Mesin bus itu mulai ngadat  saat sedang dalam posisi menanjak di tanjakan terjal Kedabuhen sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Subulussalam.

AKP Syukrif menambahkan, bus BL 7558 AA yang sarat penumpang itu mundur dalam kondisi tak terkendali sehingga masuk ke dalam jurang sedalam puluhan meter di sebelah kanan jalan arah Subulussalam.

Syukrif menambahkan, Bus Sempati Star yang masuk jurang itu sudah dievakuasi ke bahu jalan, namun belum diangkut ke Pos Lantas Penanggalan karena terkendala truk pengangkut.

Bus Sempati Star yang terjun ke jurang sekitar pukul 04.30 WIB itu masih teronggok di pinggir jalan nasional Subulussalam-Medan menunggu truk tronton dari Medan. Rencananya, fisik bus akan diangkut ke Pos Lantas Penanggalan sebagai barang bukti.

Sementara itu, 20 penumpang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam dan kondisinya mulai membaik. ”Sopirnya masih diamankan di Pos Lantas Penanggalan, untuk keperluan pemeriksaan,” timpal Aipda Hasbullah. Sopir Sempati Star

Masih diamankan
Sementara itu, pihak Unit Laka Satlantas Polres Lhokseumawe hingga Jumat (19/1) sore masih mengamankan sopir Bus Sempati Star BL 7553 AA yang menabrak seorang nenek hingga tewas di jalan Medan Banda Aceh, tepatnya di Desa Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Sopir yang masih diamankan tersebut adalah Abdul Rahman (35) asal Seunuddon, Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution, menyebutkan, pihaknya masih mengamankan sopir bus tersebut, karenaa kasus kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Bus juga masih diamankan di terminal Bus Cunda, Lhokseumawe.

Sementara ini, pihaknya telah selesai memeriksa sejumlah saksi, termasuk seorang penumpang yang duduk paling depan. Penumpang tersebut memberi keterangan bahwa bus kala itu melaju dalam kecepatan sekitar 60 km per jam dan posisi korban berada di jalur bus.

Disebutkan Kasat lantas, dia bersama pihak PT Jasa Raharja telah mendatangi rumah korban untuk bersilaturahmi dengan anak-anak korban. Berdasarkan keterangan anak korban, pada pagi kejadian itu, seusai shalat Subuh, nenek tersebut ke luar dari rumah dengan tujuan hanya ingin jalan-jalan.

Diberitakan sebelumnya, Bus Sempati Star kembali mengalami kecelakaan di wilayah Aceh Utara. Kali ini, bus penumpang antarprovinsi itu menabrak seorang seorang nenek yang sedang berjalan kaki di kawasan Keude Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, hingga tewas, Kamis (18/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang tewas itu bernama Antikah (84), warga DesaLapang Timu, Kecamatan Gandapura, Bireuen. (lid/bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved