Data Korban Gempa Pijay belum Akurat

Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bandar Baru (IPMB) Pidie Jaya (Pijay) yang ikut mengawasi pendataan korban gempa

Data Korban Gempa Pijay belum Akurat
FOTO udara memperlihatkan bangunan yang hancur akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang Pidie Jaya 

* Sejumlah Korban Gempa Luput dari Pendataan

MEUREUDU - Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bandar Baru (IPMB) Pidie Jaya (Pijay) yang ikut mengawasi pendataan korban gempa oleh tim verifikasi yang dibentuk Pemkab Pidie Jaya, mengungkapkan bahwa hasil pendataan oleh tim tersebut belum akurat. Sehingga beberapa nama korban gempa yang layak mendapat bantuan malah luput dari pendataan.

Seperti diungkapkan Ketua IPMB, Muhammad Iqbal ST, Minggu (21/1), Nuriah binti Daud Saifuddin (50) yang merupakan korban gempa di Gampong Keudee, Kecamatan Bandar Baru dengan kondisi setengah rumahnya roboh, saat ini tidak masuk dalam calon penerima bantuan.

“Pada pendataan awal, rumah Nuriah masuk dalam daftar korban gempa yang berhak menerima bantuan. Namun belakangan, setelah didata oleh tim konsultan verifikasi, justru namanya hilang dari daftar penerima bantuan,” ujarnya.

Selain itu, banyak korban gempa lainnya yang juga luput dari pendataan. Padahal rumah mereka mengalami rusak berat akibat gempa setahun lalu. “Sementara, korban yang rumahnya rusak ringan, justru masuk ke dalam daftar penerima bantuan gempa. Hal ini akibat pendataan yang tidak akurat,” ungkapnya.

Banyaknya nama-nama calon penerima bantuan yang tidak sesuai fakta lapangan ini, terungkap saat data tersebut diumumkan di meunasah-meunasah gampong. Atas hasil pendataan yang sudah diumumkan ini, masyarakat merasa keberatan dan meminta pihak Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) membuka ruang kepada masyarakat untuk menyanggah hasil verifikasi ini.

“BPBD perlu meluruskan persoalan ini sebelum nama-nama penerima bantuan tersebut di-SK kan bupati, agar tidak menimbulkan protes warga nantinya,” saran M Iqbal.

Kepala BPBD Pijay, M Nasir MPd yang dikonfirmasi Minggu (21/1), mengatakan, warga korban gempa di Pijay yang luput dari pendataan oleh tim konsultan verifikasi ini, dapat segera mengajukan komplain dalam masa sanggah yang diberikan selama satu minggu, agar penyaluran bantuan nantinya tidak salah sasaran.

“Kami menampung komplain warga jika ada yang keliru atas hasil verifikasi tersebut dalam masa sanggah yang dibuka sejak seminggu lalu. Jika tidak ada sanggahan lagi, maka pada Selasa (23/1), nama-nama tersebut akan di SK-kan dan selanjutnya penyaluran bantuan dapat segera dilakukan,” jelasnya.

M Nasir juga mengakui adanya kekeliruan atas beberapa hasil verifikasi yang dilakukan tim. Sehingga ada warga Paru Keudee maupun warga Keude Lueng Putu yang melakukan komplain. “Karena saat pengetikan data bisa saja terjadi kekeliruan. Atas kekekliruan ini, masyarakat atau korban gempa dapat langsung menjumpai tim Konsultan di masing-masing wilayah untuk menyampaikan komplain, agar datanya bisa diperbaiki sebelum di SK-kan,” ujarnya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved