Marcella Zalianty Produseri Film Laksamana Malahayati

Terinspirasi oleh kisah heroik Laksamana Keumalahayati, akhirnya Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)

Marcella Zalianty Produseri Film Laksamana Malahayati
Marcella Zalianty 

JAKARTA – Terinspirasi oleh kisah heroik Laksamana Keumalahayati, akhirnya Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Marcella Zalianty, mengangkat cerita laksamana perempuan pertama di dunia itu ke film layar lebar.

“Saya sebagai produser film ini, mengangkat kisah dari tokoh Laksamana Keumalahayati. Sekarang lagi develop ceritanya,” ujar Marcella saat menghadiri pembukaan Pameran Seni Badak Sumatera di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/1).

Tokoh Laksamana Keumalahayati memiliki nilai sejarah yang kuat. Apalagi Presiden Jokowi sudah menobatkannya pada November tahun lalu sebagai pahlawan nasional. Bagi Marcella, banyak nilai yang bisa dipetik dari pengalaman hidup admiral tangguh yang pernah bikin gempar Belanda dan Eropa itu karena membunuh Cornelis de Houtman di geladak kapal milik Belanda dan menyandera adiknya, Cornelis de Houtman.

Kisah dramatik itu dinukilkan penulis Belanda, Marie van C Zeggelen dalam Oude Glorie. “Di kapal Van Leeuw telah dibunuh Cornelis Houtman oleh Hayati sendiri, sedangkan Frederich de Houtman ditawan.”

Marcella berpandangan, banyak nilai yang dapat dipetik dari sosok dan kepahlawanan Keumalahayati. Selain pembangunan karakter membela negara, bahkan hubungan menjadi seorang ibu, istri, dan pejuang dalam waktu bersamaan. “Dia berjuang tidak hanya pikiran, jiwa, tetapi juga fisik raga. Sampai-sampai Ratu Elizabeth pertama mengirim Lanchester ke Nusantara mencari Malahayati,” ucap ibu dua anak ini.

Sejauh ini, Marcella sudah bertemu dengan keluarga Malahayati di Aceh dan ahli sejarah untuk menyempurnakan risetnya. Dalam pembuatan film tersebut, Marcella nantinya juga akan mendapat bantuan dari TNI Angkatan Laut (AL).

“Bicara mengenai laut, makanya ini perlu TNI. Mereka punya kapal. Saya pun sudah riset bertemu ahli warisnya di Aceh dan Lombok. Ada penulis sejarah yang tahu banyak soal ini, ada Doktor Adli (M Adli Abdullah, red) dari Aceh,” katanya.

Karena bukan film dokumenter, Marcella ingin lebih menonjolkan makna dari kehidupan Laksamana Keualahayati kepada masyarakat.

“Saya ingin buat tokoh ini dikenal value yang disampaikannya, tentu nanti ada pengembangan artistik yang sifatnya filmis dan tetap jaga koridor dalam riset sejarah,” kata istri pembalap Ananda Mikola ini.

Dr M Adli Abdullah MCL yang dihubungi Serambi di Banda Aceh tadi malam mengaku sudah dihubungi Marcella untuk memperkuat risetnya tentang Keumalahayati. “Kita harapkan film ini jadi dan sukses sebagaimana suksesnya film Tjoet Nja’ Dhien yang disutradarai Eros Djarot tahun 1988, bahkan memenangkan Piala Citra,” kenang Adli yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Sebagaimana diketahui, Laksamana Keumalahayati belum lama ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi. Menurut catatan sejarah, Malahayati merupakan laksama laut wanita pertama di dunia.

Pada abad ke-16, Keumalahayati menjabat panglima Kesultanan Aceh dan tersohor karena berani melawan armada bangsa Belanda dan Portugis. Ayahnya juga seorang laksamana, yakni Laksamana Mahmud Syah.

Ia memimpin 2.000 prajurit yang tergabung dalam Laskar Inong Balee (para janda) yang suaminya gugur di medan perang melawan Belanda. Saat itu 1599, Cornelis de Houtman tewas ditikam Keumalayati.

Pada 1615, Keumalahayati yang lahir tahun 1550 gugur saat melawan pasukan Portugis di Selat Malaka. Jasadnya dimakamkan di Bukit Lamkuta, Krueng Raya, Aceh Besar. (viva.co.id/dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved