Polsek Meureudu Bekuk Penjual Beras Bantuan Gempa Pijay

"Tanpa menunggu waktu, malam itu juga mobil Truck beserta sopir diamankan di Mapolsek Meureudu guna dilakukan penyelidikan,

Polsek Meureudu Bekuk Penjual Beras Bantuan Gempa Pijay
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kapolsek Mereudu, Pidie Jaya, AKP Aditia Kesuma SIK (kanan) mengamankan truk bersama muatan beras 4,5 ton beras bantuan gempa, Senin (22/1/2018).

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM,MEUREUDU - Tim Opnal Polsek Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (20/1/2018) malam sekira pukul 22.00 WIB membekuk M (30) warga Kecamatan Samalanga, Bireuen yang diduga kuat telah memyalahgunakan penggunaan beras bantuan bencana gempa dari gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya sebanyak 4,5 ton.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma SIK kepada Serambinews.com, Senin (22/1/2018) mengatakan, pembekukan pelaku (M) terhadap penyelahgunaan beras bantuan pada gudang BPBD Pijay ini berdasarkan laporan masyarakat.

"Dari hasil pengendapan di gudang Logistik BPBD terhadap beras bantuan bencana gempa diketahui adanya satu unit Dum Truk BL 8945 Z yang keluar dari gudang logistik BPBD," sebut AKP AdItia Kesuma.

Selanjutnya Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Meureudu terus membututi perjalanan truk tersebut.

(Baca: Nama Korban Gempa Pijay Hilang dari Daftar Penerima Bantuan, IPMB Minta Tanggung Jawab BPBD)

Dikarenakan pihak sopir menunjukan gelagat mencurigakan hingga melewati perbatasan kabupaten Pijay yaitu Kabupaten Bireun, maka aparat mencegatkannya dikarenakan telah melewati batas wilayah pendistribusian beras bantuan bencana alam oleh pihak BPBD kabupaten.

Ketika dimintai dokumen atau surat-surat pendukung terhadap pendistribusian itu, sang sopir truk M yang tercatat sebagai warga Gampong Pante Reng, Kecamata Samalanga, Bireun, ternyata tak mampu menunjukan dokumen resmi.

"Tanpa menunggu waktu, malam itu juga mobil Truck beserta sopir diamankan di Mapolsek Meureudu guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut akan adanya dugaan penyalahgunaan pengelolaan sumber daya bantuan bencana sebagaimana dimaksud pasal 78 Jo pasal 65 UU RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana," jelasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved