Urea Kembali Langka di Aceh Utara

Petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara kesulitan memperoleh urea

Urea Kembali Langka di Aceh Utara
Kodim 0104/Aceh Timur menyita3.350 ton pupuk urea subsidi yang hendak diolah menjadi non subsidi, di Desa Paya Awe, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang SERAMBI/ZUBIR 

* Petani Tunda Tanam Padi

LHOKSUKON - Petani di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Baktiya, dan Banda Baro, Kabupaten Aceh Utara kesulitan memperoleh urea dalam beberapa pekan terakhir ini di kios pengecer kawasan mereka masing-masing. Akbatnya, petani yang menggarap sawah seluas 150 hektare di Desa Paya Beunot, Kecamatan Banda Baro, terpaksa tidak bisa menanam padi, meskipun jadwal musim tanam sudah tiba dan kondisi sawah pun sudah selesai dibajak.

Zulkifli (40), seorang petani di Paya Beunot, Minggu ((21/1), menerangkan, pada dasarnya seluruh lahan sawah di desanya seluas lebih kurang 150 haktare sudah siap dibajak. Bahkan, sebagian dari petani sudah selesai menanam bibit dan tinggal proses penanaman padi. Namun, dalam sepekan ini, para petani harus menghentikan kegiatan mereka di sawah, karena tidak bisa mendapatkan pupuk urea. “Selama ini, kami petani di sini mencari pupuk urea di pusat Kecamatan Banda Baroe. Bila tidak ada, maka akan pergi ke Nisam, bahkan sampai ke Krueng Mane. Tapi, dalam sepekan ini, semua toko-toko penjual pupuk di ketiga wilayah yang telah kami datangi tersebut, tidak menjual pupuk urea karena sedang kosong,” ujarnya.

Akibat kelangkaan pupuk urea ini, ucap dia, maka bagi petani yang sebelumnya sudah menyemai bibit, terpaksa menunda sementara rencana menanam padi di sawah mereka. “Sebagian lagi, seperti saya yang akan mulai menyemai bibit, juga terpaksa tidak bisa melakukannya, akibat pupuk urea langka,” ungkapnya.

Karena itu, Zulkifli mengharapkan, agar para pihak-pihak yang berkompeten terkait pendistribusian pupuk urea dapat menindaklanjuti dan mencari penyebab kelangkaan pupuk di daerah mereka.

Sementara itu, Sanusi, petani asal Tanah Jambo Aye kepada Serambi menjelaskan, kelangkaan pupuk urea di wilayah tersebut sudah berlangsung lama, dan sampai sekarang belum teratasi. Bahkan, beber dia, banyak petani yang tak mendapatkan pupuk akhirnya pasrah dan tetap nekat menanam padi mesti tanpa pupuk.

“Informasi yang saya dengar, di sejumlah kecamatan lain juga langka pupuk,” ucap Sanusi. Hal senada dituturkan Razali, warga Baktiya kepada Serambi, yang mengaku di daerahnya juga terjadi hal serupa. “Warga di kawasan kami juga kesulitan memperoleh urea,” tukasnya.(bah/jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved