Tabrakan Maut Sempati Star

Bos Sempati Star Mengaku Nahas

Pemilik PT Bintang Sempati Star, H Muchlis Yunus, akhirnya angkat bicara terkait kecelakaan berturut-turut

SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
MUCHLIS YUNUS,Pemilik PT Bintang Sempati Star 

* Tegaskan Sempati bukan Milik Mualem
* Bantah Isu Beli Bus dari Hasil Sabu-sabu

BANDA ACEH - Pemilik PT Bintang Sempati Star, H Muchlis Yunus, akhirnya angkat bicara terkait kecelakaan berturut-turut yang dialami bus mewah itu, sehingga akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat Aceh dan Sumatera Utara. Bos Sempati Star itu mengatakan, kecelakaan yang terus terjadi selama ini murni karena sedang nahas saja dan merupakan musibah yang datangnya dari Allah Swt.

“Semuanya kehendak Allah, tidak ada yang bisa membendungnya. Mungkin kita dalam keadaan nahas sekarang. Kalau kami ditegur, berarti kami masih disayang oleh Allah,” kata Muchlis Yunus saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (22/1) pagi.

Muchlis datang ke Serambi bersama sejumlah staf perusahaannya, yakni Manager Operasional, Rusfaliadi, beberapa staf lainnya, termasuk istri dan anaknya. Kedatangan Muchlis beserta romobongan disambut oleh Sekretaris Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali beserta sejumlah wartawan.

Selaku owner Sempati Star, Muchlis menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh, terkhusus kepada keluarga korban kecelakaan yang melibatkan armada Sempati. “Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya, kita berdoa kepada Allah semoga ke depan dijauhkan dari segala marabahaya. Kebetulan musibah ini tertimpa pada Sempati,” kata Muchlis lirih.

Didampingi Manager Operasional, Rusfaliadi, Muchlis menyebutkan, pada intinya Sempati Star mengakui semua kesalahannya. Namun, lanjut Muchlis, dari seluruh kasus kecelakaan yang melibatkan Sempati Star, tidak semua penyebab kecelakaannya berada di pihak Sempati.

“Sebenarnya dari rata-rata kejadian itu tidak semua salah kita, tapi ada juga kesalahan dari korban sendiri. Tapi nahasnya kita, seperti kejadian di Trienggadeng, itu mobil korban yang tiba-tiba mengarah ke mobil kita,” sebutnya.

Kemudian kejadian di Bireuen beberapa waktu lalu, sopir busnya itu padahal sudah sangat hati-hati, namun tiba-tiba sopir mobil Xenia mengantuk dan lari ke kanan ke arah bus. Begitu juga yang kejadian di Sigli, korban yang ditengarai kurang waras tiba-tiba loncat ke arah bus.

“Yang di Kuala Simpang juga begitu. Korban berdiri di jembatan, lalu loncat ke arah bus. Jadi, memang nahas kita. Jadi mau gimana lagi, karena biasanya siapa yang besar dia yang salah. Soal ini mungkin susah kita ubah pemikiran masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Muchlis berjanji akan terus memperbaiki manajemen dan operasional Sempati Star ke depan. Menurutnya, semua musibah yang dialami Sempati Star selama ini sudah diatur. “Ini memang kehendak Allah. Yang penting, kita tidak boleh susah, semuanya kita serahkan kepada Allah dan jangan sampai lari dari tanggung jawab,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved