Gempa Jakarta, Banten dan Sekitarnya: Setya Novanto Dievakuasi dari KPK

Desember lalu terjadi gempa berpusat di Sukabumi, Jawa barat, yang getarannya sampai di Jakarta juga. Namun menurut

Gempa Jakarta, Banten dan Sekitarnya: Setya Novanto Dievakuasi dari KPK
Sejumlah karyawan berlari keluar gedung usai merasakan gempa di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Selasa (23/01/2018). BMKG Menyebut gempa yang menggoyang Jakarta berpusat di Lebak Banten dengan besar 6,4 Magnitudo. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

SERAMBINEWS.COM - Gempa 6,1 skala Richter yang mengguncang wilayah selatan Banten dan Jakarta, Selasa (23/01) siang, mengakibatkan kerusakan terparah di Lebak, lokasi yang terdekat ke pusat gempa.

Pusat gempa lepas tengah hari, terletak di Samudera Hindia, sekitar 61 km dari kota Lebak, Banten, dan 43 km dari Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten, di kedalaman 61 km di bawah laut.

Lebih dari seratus bangunan di sekitar Lebak mengalami kerusakan ringan. Sejauh ini tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa.

Baca: Megawati Genap Berusia 71 Tahun, 5 Fakta Perjalanan Hidup Anak Presiden Pertama RI

Ketua bidang gempa dan tsunami BMKG Mochamad Riyadi mengatakan bahwa ini merupakan gempa tektonik.

"Namun ini merupakan gempa biasa. Dan gempa ini tak berpotensi tsunami," katanya kepada wartawan.

Gempa diikuti guncangan susulan sebanyak dua kali, "Namun masyarakat tidak perlu panik, tenang saja."

Beberapa laporan menyebut, terjadi kerusakan di Lebak, yang berdekatan dengan pusat gempa. Rinciannya masih ditelusuri.

Namun laporan-laporan menyebutkan, lebih dari seratus bangunan mengalami kerusakan ringan.

Ubaidillah Mochtar, kepala Museum Multatuli di Rangkasbitung, mengatakan, di Kota Rangkasbitung "gempanya terasa kuat, namun tidak ada kerusakan yang berarti dan tiada korban jiwa."

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved