Breaking News:

Jaringan Gas Rumah Tangga Terbengkalai

Jaringan gas ke sekitar 2.500 rumah tangga yang dibangun di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe

Editor: bakri
Jaringan Gas Rumah Tangga Terbengkalai
MUKHLIS AZHAR, Wakil Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Jaringan gas ke sekitar 2.500 rumah tangga yang dibangun di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe pada tahun 2014 lalu, sampai sekarang masih terbengkalai. Pasalnya, dari 3.998 rumah yang tersambung jaringan gas tersebut, yang baru aktif hanya sekitar 1.500 rumah saja.

Informasi yang dihimpun Serambi, pada tahun 2014 lalu pemerintah pusat memberikan jatah bagi Kota Lhokseumawe sebanyak 3.397 jaringan gas rumah tangga. Setelah melalui proses panjang, maka pada 2016 PT Perta Niaga Gas bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDLP) mulai mengalirkan gas yang berasal dari PT Pertamina Hulu Energi secara bertahap ke rumah warga (gas in).

Namun, awal tahun 2017, proses gas in terhenti dan yang tersambung hanya sekitar 1.500 jaringan, tersebar di Desa Blang Naleung Mameh, Batuphat Barat, Batuphat Timur, sebagian Blang Pulo, dan beberapa rumah di desa lainnya. Sedangkan, yang belum teraliri gas meskipun sudah ada jaringannya terjadi di sebagian Desa Blang Pulo, Blang Panyang, Padang Sakti, dan Meuria Paloh.

Wakil Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Mukhlis Azhar, Senin (22/1), membeberkan, beberapa hari lalu, pihaknya melakukan pertemuan dengan sejumlah warga Muara Satu yang rumahnya sudah ada jaringan gas. Di mana warga mengeluh kalau jaringan gas rumah tangga yang ada di tempat mereka, sampai sekarang belum berfungsi.

Karena itu, dia menilai kalau proses gas in ke rumah warga sangat lambat dilakukan oleh pihak perusahaan yang menangani hal ini. “Sebab, sudah empat tahun setelah jaringan gas selesai dibangun, proses suplai gas belum tuntas juga. Proyek jaringan gas ini tentunya menghabiskan dana sangat banyak. Jadi, sangat disayangkan bila proyek yang sudah itu ada tidak bisa berfungsi maksimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan pihak PDPL dan PT Perta Gas Niaga yang selama ini mengelola jaringan gas rumah tangga tersebut, supaya secepatnya menindaklanjuti persoalan ini, agar seluruh rumah yang sudah ada jaringan bisa menikmati gas rumah tangga ini.

Sementara itu, Direktur PDPL, Adnan mengakui, sampai saat ini masih ada sekitar 2.500 rumah yang sudah ada jaringan, namun belum tersuplai gas. Namun begitu, dia menerangkan, jaringan gas itu tidak terbengkalai karena tim dari PT Perta Gas Niaga sejak Desember 2017 hingga sekarang masih bekerja di lapangan untuk menelusuri kembali kondisi jaringan gas yang belum digunakan. “Penelusuran ini untuk memastikan kondisi jaringannya apakah ada yang rusak ataupun tidak,” katanya.

Ditargetkan, penelusuran jaringan gas ini akan tuntas pada Maret 2018. Bila penelusuran selesai dan hasilnya kondisi jaringan memang tidak ada kendala, maka akan langsung dilanjutkan dengan uji coba. “Kita targetkan, pasokan gas untuk 2.500 rumah tangga ini sudah bisa dimulai sekitar April mendatang,” demikian Adnan.(bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved