Tabrakan Maut Sempati Star

Polisi Rampungkan Kasus Sempati Star

Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Aceh Singkil terus mengebut perampungan perkara armada bus

Polisi Rampungkan Kasus Sempati Star
WARGA menyaksikan kondisi Bus Sempati Star yang mengalami kecelakaan, Kamis (18/1) di jurang Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. SERAMBI/KHALIDIN 

* 14 Saksi Selesai Diperiksa

SUBULUSSALAM-Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Aceh Singkil terus mengebut perampungan perkara armada bus Sempati Star yang mengalami kecalakaan tunggal di Jurang Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, akhir pekan lalu.

“Kita terus kebut perkara ini, hampir semua saksi sudah diperiksa,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK yang dikonfirmasi Serambi melalui Kasatlantas, AKP Syukrif Panigoro SIK, Rabu (24/1).

Menurut Syukrif, pihaknya tetap memproses kasus jatuhnya bus Sempati Star, apalagi jumlah korban tergolong banyak. Kendati demikian, polisi belum membuat kesimpulan terkait kasus ini, termasuk menetapkan tersangkanya.

Ada pun sopir bernama M Salman (48), masih diamankan di Pos Lantas Penanggalan. Sang sopir, menurut Kasatlantas Syukrif, masih berstatus saksi.”Sopirnya memang masih kita amankan, statusnya masih sebatas saksi,” terang AKP Syukrif.

Terkait perkembangan pemeriksaan, Syukrif menjelaskan pihaknya telah memeriksa sebanyak 14 orang sebagai saksi. Mereka yang diperiksa antara lain, Ranto dan Hendrik (saksi di lokasi, termasuk sopir bus). Lalu saksi korban, meliputi penumpang asal Aceh Selatan, yakni Yoni dan Sudirman penumpang asal Meulaboh, Aceh Barat. Kemudian saksi asal Sumatera Utara Udin, Sakaiman, Firmansyah, Andi Martono, Alfianda, dan Suswanto.

Ada pula penumpang asal Jawa Tengah, yakni Suyitno dan dari Tangerang atas nama Joko Purnomo. Sementara saksi korban yang merupakan ahli waris belum diperiksa. “Saksi ahli waris belum diperiksa. Penumpang semua sudah pulang ke kampung masing-masing, sedangkan barang bukti kita amankan,” ujar AKP Syukrif.

AKP Syukrif juga menambahkan fisik bus Sempati Star BL 7558 AA telah dievakuasi dari bahu jalan tepi Jurang Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan untuk barang bukti. Pengangkutan barang bukti sempat terkendala karena armada pengangkut, sehingga terpaksa menurunkan dari Medan, Sumatera Utara.

Syukrif berjanji akan terus memberikan informasi terkait perkembangan perkara kecelakaan Bus Sempati Star berwarna merah kuning tersebut.

Seperti diberitakan, kecelakaan tunggal bus Sempati Star terguling di jurang Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (18/1) pekan. Bus yang mengangkut 20 penumpang itu merenggut satu korban jiwa dan belasan luka-luka. Korban meninggal merupakan penumpang yang terjepit di dalam bus tersebut.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved