Setya Novanto: Mendekam di Rutan KPK Seperti Anak Kos, Saya Dapat Tugas Cuci Piring

"Di sana ya kerja sama, gotong rotong, bersih-bersih, kami bagi-bagi tugas. Ada yang ngepel, nyapu. Kalau saya sih bagian cuci piring saja,"

Setya Novanto: Mendekam di Rutan KPK Seperti Anak Kos, Saya Dapat Tugas Cuci Piring
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. 

SERAMBINEWS.COM - ‎Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto telah mendekam di Rutan Merah Putih, KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, selama kurang lebih tiga bulan lamanya.

Lalu bagaimana kehidupannya di balik jeruji besi?

Menjawab itu, Setya Novanto menyatakan hidup di tahanan seperti menjadi anak kos.

Bukan tanpa alasan, ini karena seluruhnya harus dikerjakan sendiri oleh Setya Novanto.

Bahkan dia menyatakan hidupnya bagai rakyat jelata.

"Di sana ya kerja sama, gotong rotong, bersih-bersih, kami bagi-bagi tugas. Ada yang ngepel, nyapu. Kalau saya sih bagian cuci piring saja," tutur Setya Novanto, Kamis (25/1/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Kuliah Umum di Brunei, Rektor UIN Ar-Raniry Serukan Kebangkitan Islam

Baca: Diceramahi Ustaz Agar Bertaubat dan Menjadi Wanita Salehah, Jennifer Dunn Menangis

Ditanya apakah dirinya kangen dan rindu dengan sang istri, Deisti Astriani Tagor ?

Hal itu diamini oleh Setya Novanto.

"Jelas lah kangen, namanya suami istri. Yah pinginnya sih bisa bersama tapi kan tidak bisa. Jadi ya sabar saja," tambahnya.

Diketahui Setya Novanto didakwa secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan ‎kerugian negara sekira Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2013.

Dia diduga mempunyai pengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek e-KTP yang sedang dibahas dan digodok di Komisi II DPR RI tahun anggaran 2011-2012.

Atas perbuatannya, Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎  (*)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Setya Novanto dapat Tugas Cuci Piring di Rutan KPK"

Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved