Panga Jadi Pusat Budidaya Penyu

Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya menjadi pusat budidaya penyu di Provinsi Aceh yang dikelola Kelompok

Panga Jadi Pusat Budidaya Penyu
Para warga yang ikut melepaskan Tukik (anak penyu) di pantai Aron Meubanja, di Pantai Keude Panga, Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Kamis (26/1) 

CALANG - Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya menjadi pusat budidaya penyu di Provinsi Aceh yang dikelola Kelompok Konservasi Aron Meubaja. Berkaitan dengan itu, Jumat (26/1) lalu, Kelompak Aron Meubanja bersama Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, serta DKP Aceh Jaya melepaskan 100 ekor tukik (anak penyu) ke laut lepas di kawasan pantai Desa Keude Panga.

“Dengan adanya budidaya penyu di Aceh Jaya, akan menciptakan lapangan kerja kepada masyarakat untuk mendapat telur penyu sebagai sumber ekonomi,” kata Kepala DKP Aceh Ir Teuku Diauddin kepada Serambi, Jumat (26/1), di sela pelepasan tukik. Ia menambahkan, pihaknya memberi dukungan terhadap konservasi penyu yang dibina tim Konservasi Aron Meubanja. Pemerintah juga komit memberi bantuan yang dibutuhkan oleh tim tersebut, untuk memperlancar kegiatan anggota relawan kawasan Panga.

“Di Provinsi Aceh hanya di Aceh Jaya satu-satunya yang kita berdayakan, ke depan kita juga berharap ada di tempat-tempat lain di Aceh yang akan diberdayakan menyangkut dengan perkembangan penyu di Aceh,” katanya. Ia mengharapkan semua pihak, baik masyarakat dan lembaga lainnya untuk menjaga ekosistem sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, dan juga bisa dijadikan tempat praktik bagi mahasiswa.

“Pada Jumat sore kemarin kita melepas 149 ekor tukik, dan diperkirakan hanya lima persen dari jumlah tersebut yang akan selamat,” ujar Murdiadi, Ketua Tim Konservasi Aron Meubanja. Murndiadi yang dikenal sebagai Dedi Penyu mengharapkan adanya kepedulian pemerintah daerah maupun provinsi untuk terus membantunya, baik dari segi insfrastruktur, fasilitas dan dana untuk keperluan dalam merawat penetesan penyu.

Lebih lanjut Dedi Penyu menambahkan sejak adanya lembaga yang ia pimpin hingga saat ini para relawannya belum pernah menerima gaji sepeser pun. Pihaknya juga masih mengalami keterbatasan personel. “Kalau mau merekrut juga susah karena statusnya hanya sebagai relawan,” sebutnya.

Ketua Tim Konservasi Aron Meubanja Murdiadi juga mengatakan sejak 2012 hingga Januari 2018, jumlah tukik yang sudah dilepas ke laut mencapai 10.000 ekor lebih dengan fasilitas seadanya. Sedangkan untuk jenis penyu yang sedang dikembangkan di daerah itu hanya dua jenis yaitu Lekang dan Belimbing.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved