Serangan Hama Wereng Terkendali

Serangan hama wereng yang sempat meluas cepat di Kabupaten Bireuen, kini mulai dapat dikendalikan

Serangan Hama Wereng Terkendali
HASANUDDIN DARJO,Kadistanbun Aceh

* Petani Disarankan Gunakan Benih Unggulan

BIREUEN – Serangan hama wereng yang sempat meluas cepat di Kabupaten Bireuen, kini mulai dapat dikendalikan. Sedangkan untuk mencegah munculnya kembali serangan tersebut, petani disarankan menggunakan benih unggulan yang tahan terhadap hama.

Terkendalinya penanganan serangan hama wereng tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM kepada Serambi, Sabtu (27/1). Dia menerangkan, respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam mengantisipasi serangan hama wereng ini membuat penyebarannya dapat dibatasi sehingga tidak meluas ke semua areal bersawahan di Bireuen.

Dikatakan Darjo, langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkab Bireuen melalui Dinas Pertanian, sudah cepat dan tepat. Seperti memberikan penjelasan dan penyuluhan kepada petani lewat penyuluh, atau juga melakukan pendampingan di lapangan.

“Saya kira, respon cepat untuk mengantisipasi hama wereng telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan baik melalui dinas pertanian. Namun, yang namanya penyakit atau hama itukan tidak bisa kita prediksi sebelumnya. Intinya, antisipasi dan reaksi cepat Pemkab Bireuen patut diberi apresiasi,” ujar Darjo yang mengaku sudah meninjau padi yang terkena hama wereng di Kecamatan Kuala, Bireuen pada Jumat (26/1) sore.

Dia memaparkan, penanganan dan antisipasi yang tepat memang harus segera dilakukan apabila sudah ada tanda-tanda serangan hama di batang tanaman padi. Sebab, jika reaksinya terlambat sehingga penyebaran serangannya menjadi masif, hal itu dapat mengakibatkan petani gagal panen.

“Serangan hama wereng tersebut masih dalam kategori ringan dan masih bisa dikendalikan. Dengan langkah-langkah antisipasi yang telah dilakukan sejak dini, diharapkan nantinya tidak berdampak gagal panen bagi petani,” tukas Darjo.

Di sisi lain, untuk mencegah munculnya kembali serangan hama wereng, Dinas Pertanian Bireuen menyarankan petani menggunakan benih unggulan atau berlabel sehingga tidak mudah terserang hama. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian Bireuen, Ir Alie Basyah MSi yang didampingi Koordinator Pengamat Hama Penyakit (PHP), H Azhari SP kepada Serambi, kemarin.

Dia mengungkapkan, hasil amatan dan penelitian sampel batang padi yang terkena hama wereng, ternyata benihnya berasal dari hasil panen sebelumnya, bukan benih berlabel. “Ada beberapa titik yang diteliti dan ditanyakan kepada pemilik lahan yang terkena hama wereng, mereka menggunakan varietas lokal, cuma sebagian kecil menggunakan varietas berlabel,” ungkapnya.

Dari temuan lapangan tersebut disimpulkan kalau varietas lokal kemungkinan besar tidak tahan terhadap serangan hama wereng, meski juga tidak tertutup kemungkinan varietas berlabel juga ikut terkena. “Namun begitu, agar lebih aman Distan Bireuen serta PHP menganjurkan kepada petani untuk menggunakan varietas yang bermutu dan berlabel guna mencegah atau mengurangi serangan hama wereng,” sarannya.

Kecuali itu, petani juga diharapkan untuk memastikan kondisi tanaman padi mereka setiap dua hari sekali dan bisa berkoordinasi dengan para penyuluh serta PHP, jika melihat gejala adanya serangan hama wereng. “Tujuannya agar tanaman padi yang sudah diserang dapat segera dilakukan penyemprotan dan serangan tidak meluas. Dalam hal penyemprotan juga harus tepat sasaran dengan membuka jalur-jalur padi sehingga obat pembasmi hama langsung ke sasaran,” ulasnya. Disebutkan, dari luas serangan mencapai 1.100 hektare, yang sudah dilakukan pengendalian mencapai luas 800 hektare. Pengendalian dilakukan dengan cara penyemprotan pada titik sasaran serangan hama wereng.

Sementara itu, padi yang terkena serangan hama wereng di Kecamatan Kuala dan di beberapa kecamatan lainnya dalam wilayah Kabupaten Bireuen, sudah dipotong. Hal itu dilakukan untuk mencegah meluasnya serangan hama wereng.

Mantri Tani Kecamatan Kuala, Ir Marlina kepada Serambi, Sabtu (27/1), mengatakan, solusi paling jitu untuk memutus alur serangan hama wereng adalah memotong dan membuang batang padi yang sudah diserang. Oleh sebab itu, ujarnya, semua pagi di Kecamatan Kuala yang positif terkena hama wereng, sudah dipotong oleh petani yang dibantu penyuluh dan Babinsa Posramil Kuala, serta mantri tani.

“Kami sudah memotong padi-padi yang diserang wereng sebelum masa panen tiba. Karena jika tidak kita potong, hama wereng akan menyebar ke area persawahan lainnya,” papar Marlina.(c38/yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved