Anggota DPR RI Dukung Aceh Bebas LGBT, Minta Kapolri Tinjau Ulang Penyelidikan Kapolres Aceh Utara 

Polri jangan terlalu cepat terpengaruh dengan informasi dan kritikan yang disampaikan pendukung LGBT dan orang-orang yang berteriak atas nama HAM.

Anggota DPR RI Dukung Aceh Bebas LGBT, Minta Kapolri Tinjau Ulang Penyelidikan Kapolres Aceh Utara 
ist
Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh, Muslim Ayub, mendukung dan mengapresiasi langkah Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Willayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Utara yang mengrebek lima salon dan mengamankan 12 orang yang terdiri atas pelanggan dan waria pada Sabtu (27/1/2018) malam.

“Keberadaan LGBT memang bertentangan dengan nilai ajaran agama apapun. Apalagi Aceh yang dikenal sebagai daerah Serambi Mekkah, tentu sangat berkepentingan menjaga daerah dan masyarakatnya agar tidak terkontaminasi dengan perilaku ini. Memang perlu langkah tegas agar ada efek jera, sehingga Aceh bebas dari pelaku dan pendukung LGBT,” katanya kepada Serambinews.com, Rabu (31/1/2018).

Baca: Haji Uma Dukung Upaya Polres Aceh Utara Bina Waria

Dia menyatakan salut dengan sikap Kapolres Aceh Utara yang sigap merespon keresahan masyarakat terhadap keberadaan kaum LGBT tersebut.

Karena itu, politisi PAN ini meminta pimpinan Polri baik Kapolda Aceh maupun Kapolri untuk mendukung langkah yang dilakukan bawahannya itu dalam menjaga ketertiban di masyarakat.

“Jadi, upaya menurunkan tim untuk menyelidiki pelaksanaan operasi Pekat  di Aceh Utara itu, menurut saya perlu dipikirkan ulang. Apalagi sampai memberikan sanksi kepada Kapolres karena menangkap pelaku LGBT di wilayah hukumnya. Jangan sampai kebijakan itu diartikan bahwa institusi polri mendukung keberadaan LGBT di Aceh. Ini bisa merugikan kepolisian sendiri,” ujar Muslim.

Baca: Pro-Kontra Penertiban Waria, Kapolres Aceh Utara: Saya Sering Berhadapan dengan Teroris

Muslim menambahkan, Polri jangan terlalu cepat terpengaruh dengan informasi dan kritikan yang disampaikan pendukung LGBT dan orang-orang yang berteriak atas nama HAM.

Dikatakannya, pelaku dan pendukung LGBT memang selalu menggunakan HAM sebagai tameng untuk menakut-nakuti aparat negara ketika menjalankan tugas dan kewenangannya.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved