Hama Serang Padi di Abdya

Beberapa jenis hama menyerang tanaman padi MT Rendengan 2017/2018 di sejumlah kecamatan

Hama Serang Padi di Abdya
ANGGOTA KT Harapan Maju, Desa Lhueng Tarok, Blangpidie, melakukan penyempropatan hama hawar daun yang menyerang tanaman padi milik mereka, Selasa (30/1/2018). Pengendalian hama menggunakan obat pembasmi bantuan Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, disaksikan Koordinator PHP Kabupaten, BPP Kecamatan dan PHP Kecamatan serta Kabid Penyuluhan dan Kabid Produksi pada Dinas Pertanian dan Pangan setempat. 

BLANGPIDIE - Beberapa jenis hama menyerang tanaman padi MT Rendengan 2017/2018 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Abdya. Hama tersebut berupa tikus, hawar daun dan hama putih palsu. Sedangkan serangan ringan hama wereng juga ditemukan di beberapa lokasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya melalui Koordinator PHP Abdya Ewinda Gusma SP kepada Serambi, Selasa (30/1) menjelaskan, beberapa jenis hama yang menyerang tanaman padi ditemukan dalam beberapa hari terakhir. Tanaman padi yang diserang bertumur antara 20 sampai 30 hari.

Menurutnya wilayah yang diserang hama tersebar di Kecamatan Blangpidie, Susoh, Manggeng dan Lembah Sabil. Di Kecamatan Blangpidie, misalnya, tikus menyerang areal tanaman padi Desa Guhang. Di Kecamatan Blangpidie juga ditemukan serangan hama hawar daun di kawasan Desa Lhueng Tarok dan Desa Keude Siblah (kawasan blang Cot Seutui) dan beberapa di Kecamatan Manggeng.

Sedangkan hama putih palsu menyerang tanaman padi di beberapa lokasi Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Setia, Blangpidie, Susoh dan Jeumpa. Ewinda Gusma menyebutkan pihaknya juga menemukan hama wereng di beberapa lokasi di Kecamatan Jeumpa, Setia dan Blangpidie.

“Tingkat serangan wereng masih ringan, tapi kita tak boleh lengah, dan sudah kita tanggulangi,” kata Ewinda. Disebutkan mulai kemarin sudah dilakukan pengendalian hama hawar daun yang menyerang lahan anggota Kelompok Tani Harapan Maju, Desa Lhueng Tarok, Kecamatan Blangpidie.

Pengendalian dilakukan dengan menyemprot obat pembasmi hawar daun (kresek) jenis Bakterisida Puanmur. Kegiatan pengendalian lapangan juga melibatkan Kabid Penyuluhan Safri dan Kabid Produksi Darwis. Selanjutnya, mereka meninjau serangan hama tikus dan hawar daun di Desa Guhang, Blangpidie dan menyerahkan bantuan Beterisida Puanmur untuk membasmi hama hawar daun (kresek) dan Petrekum untuk membasmi hama tikus.

Koordinator PHP Abdya Ewinda Gusma dan Kabid Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Pangan Abdya Safri mengharapkan partisipasi petani melaporkan apabila menemukan hama penyakit menyerang tanaman padi. Setiap kasus yang ditemukan harus segera disampaikan kepada BPP kecamatan.

Sementara itu dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dilaporkan masyarakat tani di Desa Blang Teugoh Kecamatan Panton Reu Aceh Barat saat ini tengah mengahadapi ancaman gagal panen.

Hingga kemarin setidaknya sekitar 14,7 hektare lahan padi yang baru ditanam di areal cetak sawah baru tersebut diserang layu seperti hangus. Keuchik Blang Teugoh Bukhari kepada Serambi kemarin mengatakan penyebab tananam padi layu seperti hangus kehitaman belum dapat dipastikan apakah karena diserang penyakit atau adanya hama tertentu.

“Kondisi padi layu seperti hangus itu sudah kami laporkan kepada pihak terkait,” kata Bukhari. Dikatakannya tanaman padi tersebut layu saat mulai keluar buah. Namun bila tidak ditangani dipastikan semua tanaman petani yang layu akan gagal panen.

“Lokasi tanaman padi yang ditanami pada areal buka baru. Kami berharap dinas dapat membantu sehingga tidak terus meluas,” katanya.

Menurut keuchik tanaman padi yang terserang layu tersebut sejauh ini sudah sekitar 14,7 hektare. Selama ini kasus tersebut tidak tidak pernah terjadi di wilayah mereka.

Kadis Pertanian dan Tanaman Holtikultura Aceh Barat Safrizal SP menjawab Serambi kemarin mengatakan pihaknya akan menurunkan tim dari dinas untuk memastikan apa yang sebetulnya terjadi. “Kita akan turunkan tim dulu. Apa penyebabnya, hingga bisa demikian,” katanya.

Safrizal juga kembali menyampaikan kepada distributor untuk segera memasok pupuk subsidi jatah petani. Apalagi dari laporan bahwa untuk kuota Aceh Barat sudah ada.

“Harapan kita segera didatangkan ke Aceh Barat. Jangan sempat terjadi kelangkaan pupuk. Apalagi petani sedang turun ke sawah,” tegasnya.(nun/riz)

Editor: bakri
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved