Masjid Tangse Rawan Ambruk

Masjid Baiturrahim terletak di Gampong Neubok Badeuk, Kecamatan Tangse, Pidie, yang rusak akibat gempa berkekuatan

Masjid Tangse Rawan Ambruk
Warga melihat bangunan Masjid Baiturrahim di Gampong Rantau Panyang, Kecamatan Tangse, Pidie yang rusak di bagian dinding, lantai dan tiang akibat dihayun gempa yang terjadi tahun 2013. Kini, bangunan masjid itu rawan ambruk yang membahayakan warga yang menunaikan shalat. Foto direkam, Minggu (28/1) SERAMBI/M NAZAR 

* Sudah Lima Tahun belum Ditangani

SIGLI - Masjid Baiturrahim terletak di Gampong Neubok Badeuk, Kecamatan Tangse, Pidie, yang rusak akibat gempa berkekuatan 5,6 SR pada tahun 2013, hingga kini belum ditangani.

Kerusakan sarana ibadah tersebut terlihat pada dinding yang mengalami keretakan, 36 tiang mengalami patah di bagian bawah, atap bocor, dan lantai rusak. Meski rawan ambruk, namun warga masih menggunakan masjid itu karena tidak ada rumah ibadah lain di kawasan tersebut.

Keuchik Neubok Badeuk, Iskandar Muda, Selasa (30/1) mengatakan, gempa yang terjadi pada tahun 2013 yang berpusat (episentrum) di Gampong Neubok Badeuk, menyebabkan Masjid Baiturrahim mengalami kerusakan parah. Banyak rumah warga ambruk dan badan jalan terbelah.

“Rumah dan jalan yang rusak telah diperbaiki, tapi kerusakan masjid luput perhatian pemerintah. Padahal, saat itu pejabat dari Provinsi Aceh dan Pemkab Pidie yang meninjau lokasi gempa, sempat melaksanakan shalat di Masjid Baiturrahim dan menyaksikan kerusakan pada sarana ibadah ini,” jelas Iskandar.

Menurutnya, saat ini kondisi bangunan masjid semakin membahayakan warga yang beribadah, mengingat dinding dan tiang telah rusak. Sehingga masjid itu perlu penanganan segera dari pemerintah, sebelum jatuh korban jiwa.

Ia mengatakan, dilihat dari tingkat kerusakannya, bangunan masjid ini harus dibangun baru karena hampir semua dinding mengalami retak yang tembus luar-dalam. Ditambah banyaknya tiang yang patah. “Sebenarnya masyarakat selalu merasa was-was ketika shalat di masjid ini. Tapi, karena hanya ini sarana ibadah yang ada, warga pun terpaksa tetap menggunakannya untuk beribadah,” jelasnya.

Khatib Masjid Baiturrahim, Husaini Hasyem (52), juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkali-kali mengusulkan dana pembangunan kembali masjid tersebut, tapi belum adanya tanggapan dari pemerintah. Padahal, kerusakan masjid ini sudah terjadi hampir lima tahun lamanya. “Kami berharap pemerintah membuka hati untuk pembangunan Masjid Baiturrahim di pedalaman Neubok Badeuk Tangse ini,” harap Husaini.

Ia menceritakan, masjid tersebut dibangun pada tahun 1982 dengan dana swadaya masyarakat. Tahun 2013, bangunan masjid baru selesai sebagian namun sudah bisa digunakan. Sayangnya, masjid tersebut rusak akibat gempa sebelum pembangunannya tuntas dilakukan. Melihat kondisinya saat ini, pembangunan masjid itu pun sepertinya harus dilakukan dari awal lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos yang dihubungi Serambi, Selasa (30/1) mengatakan, badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengusulkan perbaikan sarana ibadah tersebut. Termasuk Poskesdes Rantau Panyang yang juga rusak akibat gempa yang sama. “Artinya, pembangunan infrasruktur yang rusak akibat gempa yang belum sempat tertangani itu, masih berpeluang untuk diusul kembali, melalui camat setempat,” katanya.

Usulan tersebut nantinya akan ditangani sekaligus dengan dana rehab rekons. Namun, jika diusulkan tahun 2018 maka realisasinya baru bisa dilakukan tahun 2019.

“BNPB memberikan batas waktu pengusulan perbaikan sarana yang rusak akibat gempa itu, paling telat akhir Februari 2018. Jika tidak diusul hingga batas waktu tersebut, BNPB tidak dapat melayaninya lagi. Untuk itu, camat harus cepat mengusulkannya,” tegas Apriadi.

Ia menambahkan, luput perhatian pemerintah dalam membangun kembali sarana ibadah itu, akibat camat tidak mengusulkan saat pendataan infrasruktur yang rusak pascagempa. “Kemungkinan kesalahannya pada camat karena tidak mengusulkannya. Sebab, usul perbaikan infrastruktur yang diteruskan BPBD Pidie kepada BNPB saat itu harus berdasarkan usulan kecamatan yang merupakan pejabat berwenang untuk mendata dan menilai setiap kerusakan yang terjadi akibat gempa di wilayahnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved