Ratusan Honorer Satpol-PP Agara Terancam Diberhentikan, Ini Alasannya

Salah satunya adalah karena anggaran yang tidak memadai akibat mengalami devisit anggaran mencapai Rp 36 miliar.

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Wakil Bupati Agara, Bukhari, menyerahkan SK CPNS secara simbolis kepada dokter, bidan PTT dan THL-TB di Lapangan Setdakab Agara, Senin (15/1/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Sebanyak 266 orang tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Aceh Tenggara, terancam diberhentikan, Kamis (1/2/2018).

Mereka mendatangi DPRK Agara untuk mengadukan nasibnya dan disambut Ketua DPRK DPRK Agara, Irwandi Desky.

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tenggara, Bukhari, kepada Serambinews.com, Kamis (1/2/2018) mengatakan, pihaknya tidak memberhentikan seluruh tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja.

"Kita hanya mengevaluasi honorer yang tidak aktif dan kita juga kembali menyeleksi atau menjaring tenaga honorer bukan saja di Satpol-PP Agara, tetapi SKPK dan kantor lainnya," ujar Wakil Bupati Agara, Bukhari.

Baca: Minta Penjelasan Soal Pemecatan, Ratusan Honorer Lakukan Aksi Demo di DPRK Bener Meriah

Ditambahkan, Pemkab Agara juga akan menyeleksi kembali sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Penyebab dilakukan efisiensi tenaga honorer jajaran Pemkab Agara, salah satunya anggaran yang tidak memadai akibat mengalami devisit anggaran mencapai Rp 36 miliar.

"Dan banyak kegiatan kita pangkas untuk efisiensi anggaran seperti di Dinas Syariat Islam, Bappeda, Satpol-PP dan dinas-dinas lainnya," pungkas Wabup Agara. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved