Terungkap! Ada 5 Kuburan Massal Rohingya Berisi 400 Mayat, PBB Sebut Myanmar Lakukan Genosida

Disebutkan pembunuhan massal kemungkinan terjadi dalam operasi militer pada akhir Agustus 2017 lalu di Desa Gu Dar Pyin

Terungkap! Ada 5 Kuburan Massal Rohingya Berisi 400 Mayat, PBB Sebut Myanmar Lakukan Genosida
Aliansi Solidarity untuk Rohingya
Kolase Rohingya 

SERAMBINEWS.COM - Utusan khusus PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan terkuaknya lima kuburan massal yang belum pernah dilaporkan menunjukkan tanda-tanda genosida atau pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Bukti adanya lima kuburan massal baru dilaporkan oleh kantor berita Amerika Serikat, Associated Press (AP).

Disebutkan pembunuhan massal kemungkinan terjadi dalam operasi militer pada akhir Agustus 2017 lalu di Desa Gu Dar Pyin, Buthidaung, Rakhine.

Rumah-rumah orang Rohingya, seperti di Maungdaw ini, dibakar bersamaan dengan operasi militer di Rakhine/LYNN BO BO/EPA.
Rumah-rumah orang Rohingya, seperti di Maungdaw ini, dibakar bersamaan dengan operasi militer di Rakhine/LYNN BO BO/EPA. 

Foto-foto citra satelit dan rekaman video menunjukkan bukti yang sama dengan kesaksian para warga desa yang berhasil melarikan diri ke negara tetangga Myanmar, Bangladesh.

Di dalam lima kuburan massal tersebut diperkirakan terdapat 400 jenazah.

"Ya, saya pikir penemuan ini merupakan bagian dari tanda-tanda adanya genosida dan kita harus melakukan penyelidikan," tegas utusan khusus PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee, Kamis (01/02).

"Sebelum Myanmar dan rakyatnya dan transisi demokrasinya melangkah lebih jauh, saya pikir Myanmar perlu membersihkan bagasinya: Anda melakukannya, atau tidak? Dan jika mereka terbukti melakukannya, maka harus ada pertanggung jawaban dan akuntabilitas," tambahnya.

Periode 26 Mei hingga 27 September Gu Dar Pyin tampak hampir rata/DIGITALGLOBE.
Periode 26 Mei hingga 27 September Gu Dar Pyin tampak hampir rata/DIGITALGLOBE. 

Foto 'cocok' dengan kesaksian warga
Sebelumnya pemerintah Myanmar membantah semua laporan tentang pembunuhan massal dan menuding Rohingya sebagai pihak yang berada di belakang kekerasan.

Semula sebagian pengungsi Rohingya akan dipulangkan dari Bangladesh ke Myanmar akhir Januari, tetapi repatriasi ditunda/MUNIR UZ ZAMAN/AFP.
Semula sebagian pengungsi Rohingya akan dipulangkan dari Bangladesh ke Myanmar akhir Januari, tetapi repatriasi ditunda/MUNIR UZ ZAMAN/AFP. 

Namun ketika dimintai komentarnya tentang penemuan kuburan-kuburan massal baru ini, Menteri Besar Negara Bagian Rakhine, Tin Maung Swe, pihak berwenang akan menyelidiki penemuan itu.

"Kami baru saja mendengar berita ini dan meminta para pejabat setempat untuk mencari tahu dan mengecek benar atau tidak."

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved