Mihrab

Umat Islam Kuat Jika Ikhlas dalam Beramal

IKHLAS adalah suatu sikap terpuji yang harus dimiliki oleh setiap muslim yaitu suatu perbuatan dan perkataan yang semata-mata

Umat Islam Kuat Jika Ikhlas dalam Beramal
Akmal Abzal

Disebutkannya, Imam Al-Ghazali mengartikan ikhlas itu, tiap sesuatu amalan yang steril dari orientasi, maksud atau kepentingan selain dari kepentingan Allah. 

Karena biasanya, ada tiga unsur yang ditemukan dalam dalam amalan yang sering dilakukan oleh manusia. Pertama, perbuatan riya’ yakni amalan yang semata-mata berkehendak dunia dan ini kosong dari pahala.

Kedua, perbuatan ikhlas, yakni amalan yang semata-mata karena Allah.

Ketiga, perbuatan yang bercampur antara riya dan ‘ajib yaitu berkeinginan amalan menjadi perekat hati dengan Allah, namun pada saat yang bersamaan juga tidak bisa melepaskan hati dari keinginan lain selain Allah, seperti ingin mendapatkan manfaat dari ibadah yang dilakukan.

Seperti, berpuasa dengan bercampur niat untuk mendapat manfaat sehat atau dari hal yang dipantanginya, juga karena kesusahan memakan makanan, dan lainnya.

Mengerjakan ibadah haji yang bertambah niat untuk menyehatkan tubuh dengan gerakan perjalanan, atau untuk menjauhi kebiasaan buruk di kampung, juga karena menghindar dari musuh yag sering menyakiti, atau niat sambil berniaga.

Kemudian, melakukan shalat malam sambil berniat berjaga, mengawal barang dari pencuri (ronda), i’tikaf di masjid lantaran jenuh di rumah akibat kebisingan keluarga, bersedekah karena ingin menolak fakir yang berhenti dan berlama-lama di depan kita.

Menuntut ilmu berkehendak dimudahkan rezekinya, atau menghindar dari kawan-kawan zalim, atau untuk ingin lebih mulia diantara sahabatnya, serta berziarah atau mengunjungi orang sakit atau meninggal berharap dibalas.

“Semua hal tersebut, tak membatalkan pahalanya. Tetapi mengurangi pahala dan ini menghilangkan potensi ikhlas dalam ibadah. Imam Ghzali dalam Ihya Ulumuddinnya berpesan, esensi ibadah adalah Taqarrub Ilallah, maka hendaknya sampai pada tujuan tersebut dan tidak dikudeta pahala kita oleh orientasi selain Allah,” ungkap mantan Sekjen Rabithah Thaliban Aceh ini.

Ikhlas adalah perkara hati yang faktual-nya terdeskripsikan dalam kerakter dan tindakan, maka ikhlaslah memberi tak mengharap balasan. Beramal tak memandang imbalan, dan teruslah berdedikasi dengan segenap SDM yang ada kendati belum mendapat porsi balasan yang sama. 

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved