Breaking News:

Baterai Solar Cell Raib, Lintas Bireuen-Takengon Gelap

Belasan unit baterai solar cell (sel tenaga surya) yang dipasang di lintasan Bireuen-Takengon, mulai dari kilometer (Km) 25 sampai Km 30, raib

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM /ASNAWI LUWI
Inilah lampu jalan di lintasan Jalan Nasional Agara-Sumatera persisnya Desa Sabilussalam-Kampung Karo, Kecamatan Babul Makmur, Agara, digondol maling, Selasa (16/11 /2018). 

BIREUEN - Belasan unit baterai solar cell (sel tenaga surya) yang dipasang di lintasan Bireuen-Takengon, mulai dari kilometer (Km) 25 sampai Km 30, raib yang diduga karena digondol maling. Eksesnya, lampu penerangan jalan di kawasan tersebut tak berfungsi sehingga kondisi jalanan mejadi gelap gulita yang cukup membahayakan pengendara, khususnya di tikungan tajam. Padahal, tujuan utama pemasangan lampu penerang jalan dengan menggunakan solar cell di lintasan berbahaya dan tikungan patah itu dimaksudkan untuk memudahkan para pengendara, sehingga mengurangi angka kecelakaan lalulintas.

Informasi diperoleh Serambi, lampu penerang jalan bertenaga surya yang dipasang di Km 25 hingga Km 30, mencapai belasan unit. Namun, sejak beberapa waktu lalu, lampu tersebut tidak menyala lagi dan setelah dilihat secara dekat ternyata baterai serta perangkat bagian tiang sudah tidak ada. Box tempat penempatan baterai sudah terbuka, dan kabel serta perangkat lainnya juga tidak ada lagi, belum lagi ada dua tiang yang sudah tumbang.

Dampak dari kondisi ini, ruas jalan lintasan Bireuen-Takengon yang diapit perbukitan, dan jurang, serta tikungan berbahaya tersebut, kembali gelap gulita, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas. Saifuddin dan sejumlah warga kawasan itu mengatakan, pihaknya menduga peralatan lampu jalan bertenaga matahari yang dipasang beberapa waktu lalu itu sudah dijarah maling dan belum diketahui siapa pelakunya. “Harapan kami, kalau memungkinkan lampu jalan tersebut dapat diperbaiki kembali untuk memudahkan para pelintas dan juga menghindari kecelakaan lalulintas,” harap mereka.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Bireuen-Takengon, Hengki Hernawan kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, sebagian besar lampu jalan itu tidak menyala lagi karena beberapa peralatan seperti baterai dan perangkat lainnya sudah tidak ada lagi, dengan dugaan dijarang maling. Kasus kehilangan baterai dan perangkat pendukung tersebut, ujarnya, sudah dilaporkan secara lisan ke Polres Bireuen. “Dalam waktu dekat, kita juga akan melaporkan secara tertulis ke Polsek Juli dan Polres Bireuen untuk diselidiki siapa pelakunya,” tukas dia.(yus)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved