Breaking News:

Warna Warni Pramugari, Bikin ‘Betah’ Terbang

TAK selalu tentang fasilitas, kenyamanan dalam perjalanan kadang justru datang dari keramahan

PRAMUGARI Garuda Indonesia foto bersama di depan pintu pesawat saat mendarat di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (1/2). 

TAK selalu tentang fasilitas, kenyamanan dalam perjalanan kadang justru datang dari keramahan. Dari sisi luar, daya tarik pramugari memang sulit untuk diabaikan. Mulai dari memasang senyum sebagai make up terbaik, hingga membungkus tubuhnya dengan busana nan memikat.

Young and energic. Pramugari tak ubahnya Dayang Sumbi masa kini, muda sepanjang masa. Keberadaan mereka pun membuat penerbangan terasa singkat.

Di jagad penerbangan, kostum para awak kabin terus bermetamorfosis. Tak tanggung-tanggung, busana yang melekat padanya dirancang khusus oleh tangan desainer. Sehingga tak kalah stylish dengan model yang berlenggak lenggok di catwalk.

Maskapai dunia pun seakan berlomba ‘memanjakan mata’ penumpang dengan memperkenalkan rancangan-rancangan terbarunya. Dikenakan secara apik oleh sang pramugari. Mengusung sentuhan etnik, retro, hingga chic, warna warni pramugari, bikin mata enggan berkedip.

Di ranah lokal, upaya ‘menjilbabkan’ pramugari sedang kencang berhembus. Tentu saja di luar penerbangan khusus untuk haji dan umrah.

Pada 2016 silam, Maskapai Citylink ‘mencuri’ start dengan memperkenalkan pramugari dalam balutan hijab dalam penerbangan perdananya ke Bumi Serambi Mekkah. Gerbang masuknya Islam ke Nusantara sekaligus satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan syariat Islam.

Menyusul surat imbauan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali yang ‘mewajibkan’ jilbab bagi pramugari muslim yang melayani rute penerbangan dari dan ke Aceh. Amaran itu berlaku efektif per 18 Januari 2018 bagi pramugari muslim yang singgah di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar.

"Karena Aceh ini Serambi Mekkah ya saya sangat setuju pastinya karena kita menghargai. Pramugari lain pastinya sangat setuju dengan kebijakan tersebut. Saya alhamdulillah sih nyaman pakai hijab," ujar Pramugari Citylink, Tya Khairunnisa saat diwawancarai CNN Indonesia.

Bertepatan dengan ‘world hijab day’ yang jatuh pada 1 Februari 2018, di tanah air Pusat Kebudayaan Amerika menggelar peringatan tersebut guna memperluas dan meningkatkan pemahaman untuk dunia yang lebih damai.

Islamophobia memang tengah mewabah dan disikapi dengan berbagai respon.  Negara dengan komunitas muslim terbesar dunia ini pun digadang-gadangkan menjadi kiblat fashion muslim terbesar dunia. Tak heran, Islam moderat Indonesia memang memungkinkan geliat fashion muslim mengibarkan kreativitas tanpa batas.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved