Unsyiah Luncurkan Mobil Listrik

Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, Rabu (7/2), meluncurkan (launching) mobil listrik “Malem Diwa Urban R 2 0'

REKTOR Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng, melaunching mobil listrik Malem Diwa Urban R.2.0, karya mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah, di halaman fakultas tersebut, Rabu (7/2). 

* Akan Ikut Kompetisi di Singapura

BANDA ACEH - Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, Rabu (7/2), meluncurkan (launching) mobil listrik “Malem Diwa Urban R 2 0' karya mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Elektro Fakultas Teknik (FT) universitas itu.

Peluncuran mobil listrik bermotif Pinto Aceh ini berlangsung di halaman kampus tersebut. Rencananya, mobil listrik itu akan diikutkan pada Kompetisi Internasional Shell Eco Marathon di Singapura, Maret mendatang.

“Kami mendukung karya mahasiswa untuk berkompetisi di even internasional. Mobil listrik itu sudah dilakukan inovasi untuk berkompetisi di Singapura,” ujar Rektor dalam sambutannya pada acara itu.

Sementara untuk menjadikannya sebagai produk komersil, menurut Prof Samsul, karya yang dihasilkan tersebut masih butuh waktu. “Masalahnya mobil listrik ada baterai. Jadi, bagaimana caranya agar baterai itu bisa tahan lama dan bisa dicharge dengan cepat. Persoalan mobil listrik sekarang adalah baterai, sedangkan yang lain mahasiswa bisa buat,” ujarnya seraya menyatakan bila sudah jadi industri diperlukan dukungan pemerintah.

Ketua Lab Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin FT Unsyiah, Muhammad Tadjuddin menambahkan tiap tahun pihaknya mengikuti kompetisi mobil listrik hemat energi di tingkat nasional, dan tahun ini merupakan kali pertama ikut even internasional.

“Tiap tahun juga kita lakukan perbaikan. Perbaikan kali ini agak signifikan karena kita mau berkompetisi dalam even internasional dan kita ingin meningkatkan prestasi mobil itu sendiri. Ini perbaikan di mekanismenya, kita buat suatu sistem sehingga bisa lebih efisien. Sebab pemenangnya adalah mobil yang paling efisien,” jelas Muhammad Tadjuddin.

Ketua Lab Desain dan Manufaktur Jurusan Teknik Mesin FT Unsyiah, Muhammad Tadjuddin juga mengatakan, mobil tersebut tidak didesain untuk kecepatan tinggi namun untuk hemat energi. Disamping itu, menurut Tadjuddin, ada regulasi kecepatan terendahnya tak boleh di bawah 29 km/jam.

“Jadi, saat kita bertanding selama 30 menit nanti akan diukur berapa energi yang terpakai dalam waktu tersebut. Tingkat efisien yang dinilai, mobil kita yang ke Singapura ini kita harapkan bisa mendekati 100 km/kwh,” jelas Tadjuddin yang juga dosen pembimbing dalam project itu.

Terkait desain motif Pinto Aceh yang dipilih, ia mengatakan, hal itu dilakukan untuk memperkenalkan motif khas Aceh ke ajang internasional.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved