Empat Ribuan THL belum Gajian

Sebanyak 4 ribuan Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe sampai saat ini belum

Empat Ribuan THL belum Gajian
LIPUTAN6
Ilustrasi 

* Jatah November dan Desember 2017

LHOKSEUMAWE - Sebanyak 4 ribuan Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe sampai saat ini belum menerima gaji jatah bulan November dan Desember 2017. Setiap bulan, satu THL biasanya menerima gaji Rp 300 ribu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, semua THL yang belum gajian itu merupakan tenaga kontrak di Kota Lhokseumawe. Mereka ditempatkan di instansi pemerintah. Selama ini, gaji mereka dibayar setiap triwulan. Namun pada akhir tahun 2017, jatah dua bulan gaji mereka tidak diterima sampai sekarang. “Sampai sekarang, kami tidak tahu apakah gaji jatah dua bulan sisa tahun 2017, masih akan dibayar lagi atau tidak. Tapi pastinya kami sangat mengharapkan agar tetap dibayarkan,” harap seorang THL yang enggan disebutkan namanya, kemarin.

Anggota Komisi D DPRK Lhokseumawe, Mukhlis Azhar mengatakan, beberapa waktu lalu ada sejumlah THL yang mendatangi dirinya. Mereka mengeluh terkait gaji jatah dua bulan di tahun 2017 yang belum dibayar sampai sekarang. “Kita pun telah membicarakan dengan pihak eksekutif agar gaji THL yang tersisa di tahun 2017 untuk bisa tetap dibayarkan,” ujarnya.

Namun sejauh ini, menurut dia, belum ada kepastian apakah akan dibayar ataupun tidak. “Tapi kita tetap mendesak agar gaji tersebut tetap bisa dibayarkan. Karena mereka telah bekerja penuh di tahun 2017 yakni selama 12 bulan. Jadi, kenapa harus digaji hanya 10 bulan. Apalagi kita ketahui, gaji tersebut sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup para tenaga THL,” ucapnya.

Terutama gaji untuk THL yang bekerja sebagai tenaga kebersihan dan penjaga malam di sejumlah SKPD. Karena gaji untuk mereka bersumber dari DAU, sebab gaji mereka tergolong dalam dana operasional kantor. “Jadi, khusus untuk tenaga kebersihan dan tenaga jaga malam, tak ada alasan tidak dibayarkan,” pungkasnya.

Sekdako Lhokseumawe, Bukhari AKS membenarkan, kalau gaji para THL untuk jatah November dan Desember 2017, tak dibayarkan diakhir 2017 lalu. Bahkan

dia memastikan, kalau gaji jatah dua bulan di tahun 2017 tersebut tidak akan dibayarkan lagi. Alasannya, karena sesuai kemampuan daerah, sebut Bukhari AKS, dalam APBK 2017 lalu, gaji para THL hanya dianggarkan untuk 10 bulan saja. Di mana satu bulan, Pemko Lhokseumawe membutuhkan dana Rp 1,2 miliar lebih untuk gaji empat ribuan THL.

“Kita tetap berupaya mempertahankan tenaga THL yang mencapai angka empat ribu lebih tersebut. Di daerah lain, ada yang sudah diberhentikan. Namun saja, kita harapkan para THL bisa mengerti dengan kondisi keuangan Kota Lhokseumawe, sehingga hanya mampu membayar 10 bulan saja di tahun 2017 lalu,” demikian Bukhari AKS.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved