PSSI Masih Upayakan Damai

Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh masih mengupayakan langkah damai

PSSI Masih Upayakan Damai
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Tiga pemain PSAP Sigli mengikuti sidang tanpa didampingi pengacara di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (19/2/2018). 

* Pengurus dan Pendukung PSAP Kecewa

BANDA ACEH - Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Aceh masih mengupayakan langkah damai untuk menyelesaikan kasus pengeroyokan wasit Adil Azmy oleh tiga pemain PSAP Sigli, 18 Agustus 2017 lalu. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) PSSI Aceh, Khaidir TM saat menjadi narasumber Program Cakrawala Radio Serambi FM, bertajuk “Dari lapangan hijau ke meja hijau, mengapa?, Rabu (21/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, efek rusuh laga PSAP Sigli versus Aceh United, di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, sudah bergulir ke Pengadilan Negeri Banda Aceh. Kasus yang membelit tiga Laskar Aneuk Nanggroe--julukan PSAP--ini mendapat perhatian luas publik, setelah sidang kedua yang digelar Senin (19/2), menjadi laporan utama harian ini, Selasa (20/2).

“Kita lagi upayakan memanggil kedua belah pihak, guna membuat perdamaian di atas materai. Itu nanti kita kasih ke pengadilan. Walau tak bisa menghapus hukuman, tapi mohon pengadilan minimal mengurangi hukuman,” terang Khaidir ketika dimintai tanggapannya dalam acara itu. Program yang dipandu host Tya Andalusia juga menghadirkan narasumber internal, Asnawi Kumar, Redaktur Opini sekaligus Kepala Litbang Harian Serambi Indonesia.

Menurutnya, kasus itu tak sampai ke meja hijau jika bisa didamaikan secara internal. Penjelasan serupa juga disampaikan Khaidir TM saat dihubungi Serambi Selasa (20/2). Dikatakan, kasus pengeroyokan wasit oleh tiga pemain PSAP sudah disidangkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Aceh.

“Berdasarkan bukti foto dan video, ketiga pemain itu terbukti bersalah dan dijatuhi sanksi larangan bermain selama dua tahun. Begitu diputuskan sanksi oleh Komdis PSSI, kasus itu sudah selesai,” jelas Khaidir. Karena itu, menurut Khaidir, pihaknya terkejut saat mengetahui kasus pengeroyokan tersebut sampai ke ranah hukum. “Tapi, kami tak punya wewenang melarang wasit melapor ke polisi karena itu hak dia sebagai warga negara,” paparnya.

Dikatakan, PSSI coba memediasi agar masalah itu diselesaikan di luar pengadilan. “Makanya, kami lakukan pendekatan dengan wasit Aidil agar mau berdamai dan mencabut laporan. Pertama-tama ia keberatan, namun akhirnya wasit mau juga berdamai,” terang Khaidir. Hanya saja, beber Sekum PSSI Aceh ini, perdamaian urung terlaksana karena salah satu pihak kurang merespons.

Terkait informasi tentang permintaan uang damai oleh wasit, Khaidir TM dengan tegas membantahnya. “Selama PSSI Aceh bertindak sebagai mediator dalam kasus itu, tak sekalipun membicarakan soal uang damai. Fokus kita hanya ingin kasus tersebut tak berlanjut ke pengadilan,” pungkas Khaidir.

Sementara itu, pengurus, manajemen, dan pendukung PSAP Sigli, yang dijumpai Serambi di Sigli, Selasa (20/2), mengungkapkan kekecewaan kepada Asprov PSSI Aceh. Mereka menuding PSSI Aceh tak memediasi masalah antara pemain PSAP dengan wasit Aidil.

Padahal, kata Sekretaris Umum PSAP Sigli, M Daud Abdullah, Selasa (20/2), PSSI Aceh bersama Komdis sudah menggelar perkara kasus tersebut. Hasilnya, Komdis menghukum tiga pemain PSAP dimaksud, dua tahun tidak boleh terlibat dalam kegiatan sepakbola di Indonesia. “Seharusnya PSSI Aceh menyelesaikan secara arif masalah tersebut, bukan menyerahkan ke polisi,” kata M Daud.

Kekecewaan juga diungkap suporter PSAP yang tergabung dalam Laskar Aneuk Nanggroe (The LAN) Pidie. “Mereka (tiga pemain PSAP) kini mendekam dalam LP Kajhu. Tentu sangat menyedihkan jika PSSI mendukung putusan hukum terhadap pesepakbola, “ ungkap Wakil Ketua The LAN, Mukhlis Benzema.

Menurut dia, kasus ini berujung kepada hukum karena Asprov PSSI Aceh dan Askab PSSI Pidie, tutup mata terhadap insiden di lapangan bola itu. Sejatinya, kata Mukhlis, pemimpin organisasi sepakbola ini turun tangan menyelesaikan masalh itu secara komprehensif dan bermartabat.

The LAN berharap kepada Askab PSSI Pidie yang dipimpin Nazir Adam dapat membantu memfasilitasi menyelesaikan masalah itu. “Ini demi menyelamatkan tiga pemain PSAP yang sekarang tersandung dalam pusaran hukum,” demikian Mukhlis Benzema.(rul/naz/c43/pon)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved