Breaking News:

Di Simeulue, Sasarannya Terdakwa Korupsi

KASUS dugaan pemerasan yang diduga melibatkan oknum jaksa dilaporkan juga terjadi di Kabupaten Simeulue

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Direktur YARA Safaruddin 

KASUS dugaan pemerasan yang diduga melibatkan oknum jaksa dilaporkan juga terjadi di Kabupaten Simeulue. Bedanya, di kabupaten kepulauan ini, orang yang mengaku korban pemerasan oknum jaksa, adalah terdakwa kasus korupsi.

Oknum jaksa ini juga dituduh meminta sejumlah uang dengan dalih bisa meringankan hukuman untuk terdakwa. Hanya saja, hingga kemarin, kasus ini belum dilaporkan secara resmi ke Korp Adhyaksa.

Informasi dugaan pemerasan oleh oknum jaksa di Simeulue ini, disampaikan oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin SH kepada Serambi di Sinabang, Kamis (22/2). Safaruddin dan beberapa pengurus YARA datang ke Simeulue untuk menindaklanjuti pengaduan mantan bendahara BPBD Simeulue, Indra Dili yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di Cabang Rutan Sinabang. 

Didampingi pengurus YARA Simeulue, Safaruddin SH Cs kemarin juga menemui Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue, Djamaluddin SH. “Sore ini (kemarin-red) kami sampaikan laporan informal ke Pak Kajari. Insya Allah, Senin nanti kita akan membuat laporan resmi ke Aswas Kejati Aceh,” kata Safaruddin.

Sebelumnya, terpidana kasus korupsi, Indra Dili mengaku telah menyerahkan uang sekitar Rp 125 juta kepada oknum jaksa di Simeulue dengan dalih bisa meringankan hukumannya. Akan tetapi, Indra Dili, merasa telah ditipu atau dibohongi lantaran dia divonis selama empat tahun penjara setelah kasasi.

Padahal, Indra Dili telah mengupayakan uang itu hingga dengan cara meminjam dan saat ini masih terutang sebanyak Rp 35 juta. Menurut dia, uang tersebut diserahkan beberapa kali lantaran ditolak oleh oknum jaksa, karena alasan nilainya belum sesuai. “Waktu diserahkan Rp 60 juta pertama dikembalikan,” katanya.

Ketua YARA Aceh, Safaruddin, kepada Serambi mengatakan, perlakuan oknum jaksa tersebut tidak bisa diterima sebagai penegak hukum. Dia meminta agar oknum jaksa yang melakukan pemerasan itu ditindak tegas. “Hukumannya harus dipecat. Kalau hanya pembinaan tidak ada jaminan,” tegas Safaruddin.

Sementara Kajari Simeulue, Djamaluddin SH, mengatakan pihaknya akan memanggil oknum jaksa yang disebut-sebut telah memeras terdakwa saat proses persidangan masih berlangsung. “Terimakasih informasinya. Nanti saya kroscek dulu karena dia (oknum jaksa) sedang di luar daerah,” kata Djamaluddin di ruang kerjanya, kemarin.(sm)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved