Penegakan Syariat Islam Sangat Lemah di Aceh Tenggara, Ini Kendalanya Menurut Wakil Bupati

Apalagi Ketua MPU Agara baru dan ini menjadi semangat baru untuk menegakkan syariat Islam di Bumi Sepakat Segenap.

Penegakan Syariat Islam Sangat Lemah di Aceh Tenggara, Ini Kendalanya Menurut Wakil Bupati
SERAMBINEWS.COM /ASNAWI LUWI
Bupati/Wabup Agara Raidin-Bukhari, menerima memori jabatan dari mantan bupati/wabup Agara Hasanuddin B MM-Ali Basrah Spd MM, di Gedung DPRK, Senin (2/10/2017). 

Menurut dia, khalwat atau mesum harus diberantas juga, karena mereka tidak lagi malu-malu berbuat mesum di daerah-daerah obyek wisata dan ini harus rutinitas di razia.

Menurut Ustaz M Hatta Bulkaini, tegaknya syariat Islam bisa diberlakukan di Agara kalau pimpinan daerah atau Muspida Plus duduk bersama untuk menegakkan Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 di Bumi Sepakat Segenap.

Apalagi Ketua Mejelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Agara baru dan ini menjadi semangat baru untuk menegakkan syariat Islam di Agara.

Baca: Waria dan Syariat Islam

Sementara itu, Wakil Bupati Agara, Bukhari, mengatakan, MPU Agara belum dilantik.

"Ini resiko dalam transisi dan harus memahami situasi saat ini kita devisit anggaran kendati telah dipangkas di seluruh SKPK-SKPK devisit mencapai Rp 36 miliar," ujar Wabup Agara Bukhari.

Lanjutnya, anggaran dipangkas di seluruh SKPK-SKPK, dilakukan ini untuk efisiensikan anggaran dan untuk tunjangan DPRK sesuai PP Nomor 18 dan pengangkatan CPNS mencapai Rp 25 miliar setahun.

"Bukan kita tidak mendukung Syariat Islam dan tetap berkomitmen menegakkan syariat sesuai dengan visi dan misi yang religius dan berbudaya. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved