Pimpinan Pesantren Sebut Warga tak Malu-malu Lagi Mesum di Objek Wisata, Ini Kata Wabup Agara

Menurut Ustaz Hatta, tegaknya syariat Islam di Aceh Tenggara jika pimpinan daerah bersama jajarannya benar-benar menjalankan qanun tersebut.

Ilustrasi 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Penegakan Qanun Syariat Islam di Aceh Tenggara dinilai masih sangat lemah. Buktinya, maksiat masih terus terjadi tanpa ada upaya pencegahan dan pengawasan.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Tenggara, Sukarman, kepada Serambinews.com, Jumat (23/2/2018).

Menurut Sukarman, maksiat seperti perjudian, miras, wanita muslimah tanpa jilbab semakin menjamur. Terkesan ada pembiaran terhadap pelanggaran qanun syariat Islam di wilayah ini. Pelaksanaannya pun seperti separuh hati.

Di sisi lain, Pimpinan Pesantren Tarbiyah Auladil Muslimin Aceh Tenggara, Ustaz M Hatta Bulkaini menambahkan, khalwat atau mesum juga harus diberantas. Sekarang, Ustaz Hatta, masyarakat tidak lagi malu-malu berbuat mesum di objek wisata.

(Baca: Keluar dari Agama Islam, Warga Aceh Singkil Ini Dipenjara)

(Baca: Tim Saber Pungli Tangkap Tangan Seorang Kasi di BPN Lhokseumawe, Ini Kasusnya)

(Baca: Seorang Murid SD di Subulussalam Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebang oleh Guru dan Penjaga Sekolah)

Pemerintah harus rutin melakukan razia terhadap hal ini. Menurut Ustaz Hatta, tegaknya syariat Islam di Aceh Tenggara jika pimpinan daerah bersama jajarannya benar-benar menjalankan qanun tersebut.

Apalagi, Ketua Mejelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Agara baru dan ini merupakan semangat baru kita untuk menegakkan syariat Islam di bumi sepakat segenap.

Sementara Wakil Bupati Agara, Bukhari, mengatakan, Ketua MPU yang baru belum dilantik. "Ini risiko masa transisi dan masyarakat harus memahami situasi saat ini kita devisit anggaran meski sudah dipangkas di seluruh SKPK untuk efisiensi, tapi tetap devisit mencapai Rp 36 miliar," kata Wabup.

Ia menegaskan Pemkab Agara bukan tidak mendukung syariat Islam. "Kami komit menegakkan qanun syariat Islam sesuai dengan visi dan misi kami yaitu religius dan berbudaya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved