UGL Terancam Tutup

Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) terancam tutup

UGL Terancam Tutup
Wabup Agara, Bukhari menjelaskan persoalan UGL Kutacane kepada mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) terkait lumpuhnya proses perkuliahan pasca tidak dibayarnya gaji dosen,Kamis (22/2) . SERAMBI/ASNAWI LUWI 

* Gaji Dosen belum Dibayar

KUTACANE - Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) terancam tutup, seiring sebagian besar dosen tetap dan kontrak sudah tidak mengajar lagi. Aktivitas kampus juga terancam lumpuh, jika gaji dosen selama 10 bulan tidak dibayar oleh pihak yayasan, sebagai penanggungjawab operasional kampus.

Dr Nasrulzaman, salah seorang akademisi di Banda Aceh yang juga tokoh masyarakat Agara, Kamis (22/2) menyatakan kondisi UGL Kutacane sudah tidak normal lagi. Pembina LSM Satyapila Agara Tenggara ini menilai manajemen kampus yang belum baik dan ketidakmampuan rektor dalam mengelola operasional UGL.

“Manajemen UGL Kutacane harus segera dibenahi, terutama gaji para dosen yang harus segera dibayarkan,” katanya. Dia berharap para dosen PNS pascasarjana harus melapor kembali ke Kopertis Wilayah III Aceh agar bisa mengajar lagi dan persoalan gaji juga harus segera dicarikan solusinya.

Dia berharap dosen pascasarjana PNS jadi tenaga pengajar, apalagi gedung UGL sudah bagus. “Jangan hanya berpikir, mengelola UGL Kutacane untuk mencari duit saja, karena bisa hancur dan terancam tutup,” katanya, seraya menambahkan Rektor UGL harus segera diganti dengan yang lebih baik lagi, sehingga operasional UGL kembali normal.

Menanggap hal itu, Rektor UGL, Dr A Haddin menjelaskan jumlah dosen non-kontrak sebanyak 11 orang, dosen PNS 5 orang, dan sepuluhan dosen kontrak masih tetap mengajar. Dia mengakui sebagian dosen sudah pulang kampung, karena tidak mengajar lagi.

Disebutkan, jumlah mahasiswa sebanyak 1.100 orang, tetapi yang aktif sekitar 600 orang dan sebanyak 300 mahasiswa dari empat fakultas telah diyudisium. Ditambahkan, persyaratan administrasi akan segera diantarkan ke Kopertis agar dapat diwisuda dalam waktu dekat ini. Prihal soal UGL Kutacane bakal terancam tutup, dia mengaku tidak paham persoalan itu, karena itu yang bertanggungjawab adalah pihak Yayasan.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tenggara, Bukhari mengatakan, persoalan UGL Kutacane akan segera diselesaikan, seusai Bupati Agara, Raidin Pinim pulang dari Bali. Sebelumnya, bupati melaksanakan umrah ke tanah suci Mekkah.

Bukhari menjelaskan pihaknya akan memanggil akademisi UGL, Kopertis Wilayah XIII Aceh dan Dikti, karena sudah sekarat. “Kita harus duduk bersama mengambil kebijakan terhadap UGL Kutacane agar kembali normal,” ujar Bukhari.

Sedangkan Murdiono, mahasiswa UGL Kutacane semester X jurusan Agro Teknologi Fakultas Pertanian, mengatakan sudah tidak aktif kuliah sekitar 6 bulan lebih. Dia menyatakan hal itu terjadi akibat gaji dosen tidak dibayarkan hampir 10 bulan oleh pihak Yayasan UGL, sehingga para dosen kontrak sudah pulang dan hal senada juga diutarakan sejumlah mahasiswa lainnya.

Puluhan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara menggelar demo ke DPRK Agara terkait lumpuhnya proses perkuliahan pada Rabu (10/1/2018). Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua DPRK Agara, Jamudin Selian, anggota Supian Sekedang, M Sopian Desky dan anggota dewan lainnya.

Demonstran menuntut dibayarkan gaji akademisi atau dosen selama 10 bulan dan mengaktifkan kembali aktivitas perkuliahan di UGL Kutacane. “Kami butuh ilmu. Bayarkan dan tuntaskan gaji dosen kami,” ujar Mufthi, Ketua BEM Fakultas Teknik dalam orasinya. Demonstran juga mengusung berbagai poster tentang perkuliahan.

Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim MAP, mengatakan masalah gaji dosen dan aktivitas perkuliahan diselesaikan di DPRK Agara pada Kamis (11/1) dengan melibatkan pihak civitas akademika UGL Kutacane, Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Agara.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved