Breaking News:

Untuk Dongkrak Parawisata, Ini yang Akan Dilakukan Kotaku Sabang

bahwa dari 18 gampong yang ada di Sabang, terdapat 12 gampong yang masuk dalam kategori kumuh ringan

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
PENYELAM melihat keindahan bawah laut Pulau Weh, Sabang, dalam kegiatan Aceh Fun Dive, Minggu (3/12). 

Laporan Muhammad Nasir I Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Pemko Sabang dan Program Kotaku Sabang akan berkolaborasi mengentaskan kawasan kumuh.

Karena dengan mewujudkan kota tanpa kumuh juga akan berpotensi membangkit pariwisata Sabang.

Koordinator Kotaku Sabang, T Masren kepada Serambinews.com Kamis (22/2/2018) menyampaikan, dalam program kolaborasi itu, kedua lembaga akan menyusun perencanaan terpadu untuk peningkatan objek wisata bahari.

Baca: Limbah Proyek Geotermal Jaboi Sabang Cemari Lingkungan, Sumber Air Bersih Pun Terkena Dampak

T Masren menambahkan, bahwa program Kotaku sangat mendukung mewujudkan pemukiman layak huni dan berkelanjutan di Sabang.

Ia mengatakan, dalam mewujudkan program tersebut juga akan diikut sertakan pihak dari Program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD), rumah kreatif BUMN (RKB), dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Karena dengan bersinerginya semua pihak akan semakin cepat mewujudkan kawasan layak huni dan mendorong pendapat keluarga lokal di sektor pariwisata.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, KMP Gurita Tenggelam di Sabang, 54 Orang Meninggal dan 284 Dinyatakan Hilang

Disebutkan, bahwa dari 18 gampong yang ada di Sabang, terdapat 12 gampong yang masuk dalam kategori kumuh ringan.

Beberapa masalah yang ditemukan di lapangan, yaitu tidak ada pengelolaan sampah yang baik, dan saluran drainase yang tidak terpelihara.

Kemudian tidak ada sarana proteksi kebakaran, hingga tata letak bangunan yang tidak teratur.

Berdasarkan peta sebaran kumuh yang dirilis ke Serambi, tampak sebagian besar kawasan kumuh tersebut berada di kawasan pusat kota Sabang.

Baca: Yacht Berbendera Thailand Terdampar di Sabang

Dengan total luasnya mencapai 48,7 hektar.

T Masren yang akrab disapa Rajo menambahkan, terdapat tujuh aspek yang menjadi fokus pihaknya dalam pengentasan kawasan kumuh, yaitu pemukiman, jalan, drainase, sanitasi, air minum, persampahan, dan proteksi kebakaran.

Selain itu, saat ini ruang terbuka hijau (RTH) juga hanya terpusat di kawasan pusat kota, sehingga ke depan dinilai perlu pemerataan hingga ke wilayah lain. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved