Pemain PSAP Dituntut Masing-masing 3 Bulan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut tiga pemain PSAP Sigli masing-masing tiga bulan penjara

Pemain PSAP Dituntut Masing-masing 3 Bulan
TIGA pemain PSAP Sigli, Fajar Munandar, Muhammad Kausar, dan Nurmahdi, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (26/2). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut tiga pemain PSAP tersebut masing-masing tiga bulan penjara.

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh menuntut tiga pemain PSAP Sigli masing-masing tiga bulan penjara dipotong masa tahanan. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan di PN Banda Aceh, Senin (26/2).

Ketiga terdakwa dalam perkara pemukulan wasit tersebut adalah Muhammad Causar, Nurmahdi, dan Fajar Munandar. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur Pasal 170 ayat 1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana masing-masing terdakwa selama tiga bulan penjara dipotong masa tahanan yang telah dijalani. Menetapkan supaya para terdakwa membayar biaya perkara Rp 2.000,” baca JPU Zulkarnain di hadapan ketiga terdakwa.

Sebagaimana sidang sebelumnya, pada sidang ketiga, kemarin, para terdakwa juga tidak didampingi kuasa hukum. Pihak manajemen klub juga tak hadir. Mereka hadapi sendiri perkara itu disaksikan keluarga masing-masing.

Ketiga pemain PSAP Sigli dibawa ke meja hijau karena melakukan pengeroyokan terhadap wasit, Aidil Azmi pada laga PSAP Sigli dengan Aceh United di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, 18 Agustus 2017.

Dari pengakuan terdakwa, aksi pengeroyokan terjadi karena wasit tidak memberi kartu kuning saat pemain Aceh United melakukan pelanggaran terhadap pemain PSAP. Di depan persidangan para terdakwa mengakui perbuatan mereka.

Akibat pengeroyokan itu, wasit Aidil Azmi mengalami bengkak di bagian kepala dan luka gores di bagian lengan kiri atas. Namun, Aidil dalam persidangan sebelumnya telah memaafkan ketiga pemain meskipun belum berdamai.

Persidangan yang dipimpin Supriadi SH MH didampingi dua hakim anggota Eti Astuti SH MH dan Faisal Mahdi SH MH itu tidak berlangsung lama. Setelah pembacaan tuntutan dilanjutkan dengan penyampaian pembelaan (pleidoi) dari terdakwa.

Amatan Serambi, saat majelis hakim menanyakan apakah pembelaan disampaikan secara tertulis atau lisan, para terdakwa terlihat bingung menjawabnya. Selain karena tidak didampingi pengacara, mereka juga tidak mengerti proses bersidang.

Meski awalnya tampak bingung, akhirnya mereka menyampaikan pembelaan secara lisan. Pada intinya, para terdakwa meminta agar diberikan hukuman seringan-ringannya, terlebih Fajar Munandar baru siap menikah.

Sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan putusan akan dilaksanakan Senin, 5 Maret 2018. Selama ini, ketiga terdakwa ditahan di Rutan Banda Aceh di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, sejak 23 Januari 2018.

Aidil Azmi, wasit yang menjadi korban pengeroyokan pemain PSAP mengatakan dirinya bersama keluarga masih membuka pintu perdamaian dengan para terdakwa. Hanya saja, katanya, pihak PSAP tidak pernah datang ke rumahnya. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved