Setelah Kampus Ilegalnya Ditutup, Kini Giliran Mahasiswanya tidak Diakui Dikti

Akibatnya, sebanyak 200-an mahasiswanya tidak memiliki kejelasan nasib dan kelanjutannya.

Setelah Kampus Ilegalnya Ditutup, Kini Giliran Mahasiswanya tidak Diakui Dikti
google.com
Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh, Prof Dr Jamaluddin MEd. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah terbukti tidak memiliki izin dan beroperasi ilegal, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Citra Bangsa di Pidie ditutup oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, sebanyak 200-an mahasiswanya tidak memiliki kejelasan nasib dan kelanjutannya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Akademik, Mahasiswa, Dan Kelembagaan Kopertis Wilayah XIII Aceh, Drs M Najib dalam Talkhsow Cakrawala Radio Serambi FM, Senin (26/2/2018).

Talkshow itu membedah Salam Harian Serambi Indonesia dengan tema “PTS Ilegal dan Ijazah Palsu Harus Dirindah”.

Baca: Kopertis Tutup PTS Ilegal di Pijay

Talkshow itu juga menghadirkan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal dan dipandu oleh Host, Veya Artega.

M Najib menyampaikan, bahwa ekses ditutupnya perguruan tinggi itu, terdapat 200-an mahasiswa yang sedang menuntut ilmu saat tidak mendapat kejelasan. Sedangkan STIKES sudah tidak diperolehkan beraktivitas.

Menanggapi masalah itu, Ia mengaku, pihak Kopertis Aceh sudah berusaha dan mengupayakan agar mahasiswa dapat dibantu, supaya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lainnya.

Baca: Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved