Irwandi Akui Sebar Informasi Abdullah Syafi’i Terlacak dan Tertembak Gara-Gara Surat Abdullah Puteh

"Tentu saja itu tidak benar. Karena saya hanya mengarang cerita. Kan saat itu kita sedang perang," kisah Irwandi.

Irwandi Akui Sebar Informasi Abdullah Syafi’i Terlacak dan Tertembak Gara-Gara Surat Abdullah Puteh
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengakui dirinyalah yang menyebarkan informasi, bahwa surat Abdullah Puteh untuk Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Abdullah Syafi'i, berisi microchip.

Pengakuan Irwandi itu disampaikan menjawab Serambinews.com di Jakarta, Kamis (1/3/2018) sesaat setelah bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), di Jakarta.

"Ya, saya yang bikin informasi begitu. Kan masa itu sedang perang, ha..ha.," kataya sambil tertawa.

Ia menceritakan, waktu itu, ia mendapat informasi bahwa Abdullah Puteh yang masa itu menjabat Gubernur Aceh, mengirim surat kepada Tgk Abdullah Syafi'i.

Tak lama setelah surat itu dikirim guberur, Tgk Abdullah Syafi'i tewas ditembak aparat TNI. Irwandi lalu mengarang cerita bahwa, Tgk Abdullah Syafi'i bisa dilacak keberadaannya karena dalam surat Abdullah Puteh tertanam microchip.

"Tentu saja itu tidak benar. Karena saya hanya mengarang cerita. Kan saat itu kita sedang perang," kisah Irwandi.

(Baca: Milad ke-41 GAM, 11 Fakta Syahidnya Panglima GAM Abdullah Syafii, Nomor 7 Syahid Bersama Sang Istri)

Sebelumnya, Abdullah Puteh, gubernur Aceh periode 2000-2004, dalam acara peluncuran buku "Jejak Setapak di Tanah Rencong" menceritakan perihal informasi palsu yang disebarkan Irwandi Yusuf tersebut.

"Belakang saya baru tahu bahwa yang bilang surat saya ada microchipnya adalah Pak Irwandi Yusuf," kata Puteh.

(Baca: POPULER - Syahidnya Abdullah Syafii, Istri Abusyik, Hadiah Martunis hingga Misteri Gunung Halimun)

(Baca: POPULER - Siapa Punya Sempati Star, Panglima GAM, Ceramah Abdul Somad dan Misteri Maut Kebun Jagung)

Tgk Abdullah Syafi'i meninggal dunia pada 22 Januari 2002 dalam suatu penyergapan dan kontak senjata di kawasan perbukitan Jim-jiem, Bandar Baru, Pidie Jaya.

Puteh berecana menerbitkan buku berisi kisah dirinya selama memimpin Aceh, termasuk bantuannya kepada pihak GAM.

"Banyak cerita yang harus dibeberkan. Termasuk berapa banyak saya bantu orang-orang GAM," katanya semangat.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved