Menag Minta UIN Tangkal Paham Ekstrem

Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, meminta Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Menag Minta UIN Tangkal Paham Ekstrem
MENTERI Agama, Lukman Hakim Saifuddin, didampingi Rektor UIN Ar- Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, meneken prasasti peresmian sejumlah gedung baru di Kampus UIN, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (28/2). 

BANDA ACEH - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, meminta Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry untuk terus berada di garda terdepan sebagai institusi yang senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan keislaman. Menag juga meminta seluruh civitas akademika, baik dosen, maupun mahasiswa, untuk menangkal paham Islam ekstrem yang selama ini kerap muncul di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya saat meresmikan gedung baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Psikologi di Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (28/2).

Selain ke UIN, kemarin Menag juga berkunjung ke STAIN Gajah Putih, Takengon, Aceh Tengah, dalam agenda yang sama, yakni meresmikan gedung baru di bawah jajaran Kemenag RI.

“Salah satu ciri khas UIN Ar-Raniry adalah melekat pada kita nilai keagamaan, lebih spesifik lagi Islam. Maka, UIN Ar-Raniry harus senantiasa menjadi bagian yang menyuarakan nilai-nilai keislaman,” kata Lukman Hakim.

Lantas, nilai Islam seperti apa yang harus dikembangkan oleh UIN Ar-Raniry, menurut Lukman, adalah nilai-nilai Islam yang telah diajarkan pendahulu sebelumnya. Islam yang dianut oleh mayoritas, yakni Islam yang rahmatan lil alamin, menebarkan rahmat, dan Islam yang washatiyah (moderat).

“Islam yang moderat itu tidak ekstrem, karena moderat itu lawan kata dari ekstrem. Ekstrem itu berlebihan, kita tidak ingin paham Islam ekstrem itu berkembang, kita ingin Islam yang washatiyah sebagaimana kesepakatan seluruh ormas Islam dalam Majelis Ulama Indonesia,” kata Lukman Hakim.

Oleh sebab itu, Lukman melihat, UIN Ar-Raniry selaku pusat pengembangan studi-studi keislaman perlu mengambil peran untuk mereduksi dan mencegah paham ekstrem tersebut. Lukman melihat ini penting, karena saat ini ada kecenderungan di era revolusi informasi komunikasi yang saling terkoneksi satu dengan satu yang lain, paham-paham tersebut semakin tak terbendung.

“Kita sekarang tidak lagi tersekat pada wilayah administratif dan geografis yang kaku, kita jadi komunitas dunia. Dengan era seperti ini tentu banyak sisi positifnya karena terkoneksi antara yang satu dengan yang lainnya. Tapi yang tidak kalah penting, dengan era begini, dengan mudah masuk paham yang tidak sejalan dengan bangsa kita yang religius,” kata Lukman.

Dalam kesempatan itu, Menag menyebutkan, masyarakat Islam mendalami agama dari teks, yaitu Alquran dan uswah Rasulullah saw melalui hadis yang menurutnya juga teks.

“Nah, ada dua paham ekstrem yang selama ini muncul. Pertama adalah kelompok yang begitu berlebihan memahami teks itu. Mereka bertumpu pada teks saja dan mengabaikan akal dan nalar konteks. Ini disebut kaum konservatif, kaum tekstualis, dia tidak peduli pada dunia sudah mengalami perubahan,” kata Lukman.

Selanjutnya, kelompok yang terlalu mendewakan akal pikiran, bahkan mengabaikan teks, padahal teks itu, Alquran dan hadis merupakan sumber rujukan utama. “Maka agama Islam harus washatiyah, UIN Ar-Raniry harus mampu menarik kedua kutub ekstrem ini, Islam harus seperti yang diajarkan guru dan para pendahulu kita,” sebutnya

Terakhir, Lukman mengucapkan selamat kepada UIN Ar-Raniry yang kembali bisa mengupayakan hadirnya prasarana dan sarana kampus yang baru. “Kita bersyukur atas peresmian gedung baru ini, semoga ini semakin memperbesar daya dukung UIN dalam mengakomodasi tuntutan generasi muda Aceh yang ingin mengenyam pendidikan tinggi,” pungkas Lukman Hakim Saifuddin.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Menag Lukman Hakim Saifuddin yang telah bersedia meresmikan dua gedung baru di kampus yang ia pimpin itu. “Pada Mei tahun lalu Bapak yang letakkan baru pertamanya, sangat berkah dan hari ini Bapak resmikan. Alhamdulillah,” pungkas Farid Wajdi.

Hadir dalam persemian dua gedung fakultas itu, para wakil rektor UIN Ar-Raniry, Dr Muhibbuththabary MAg, Drs Lutfi Auni MA, dan Prof Dr Syamsul Rizal MAg. Tampakjuga hadir Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, Asisten II Setda Aceh, Saidan Nafi, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved