Bupati Raidin Pinim Minta Jalan Nasional Agara-Sumut Diperbaiki, LIRA: Kemana Dana Rp 2,8 Miliar?

"Kita prihatin melihat kondisi Jalan nasional bertaburan lubang. Ini rawan terjadinya kecelakaan,

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Inilah salah satu titik ruas jalan nasional kondisi jalan Aceh Tenggara menghubungkan ke Sumatera Utara, persisnya di Desa Kampung Baru, Kecamatan Badar, berlubang dan tergenang,Sabtu (3/3/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim MAP, meminta kepada pihak rekanan untuk memperbaiki jalan nasional batas Gayo Lues- Agara dan batas Sumut.

Kondisi jalan masih bertaburan lubang seperti di Suka Makmur, Lawe Beringin Gayo dan sekitarnya, Kecamatan, Lawe Tua Makmur, Kecamatan Semadam, Sabilussalam-Kampung Karo, Kecamatan Babul Makmur dan sekitarnya, Desa Kampung Baru dan sekitarnya, Kecamatan Badar dan sejumlah titik lainnya bertaburan lubang.

"Kita prihatin melihat kondisi Jalan nasional bertaburan lubang. Ini rawan terjadinya kecelakaan berlalulintas dan menyulitkan kenderaan melintas," ujar Bupati Agara, Raidin Pinim kepada Serambinews.com, Sabtu (3/3/2018).

Baca: Innalillahi Waiina Ilaihi Rajiun, Jatuh Saat Lewati Jalan Rusak di Pidie, Warga Bireuen Digilas Truk

Sementara itu, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, M Saleh Selian, mengatakan, dana pemeliharaan jalan nasional mencapai Rp 2,8 Miliar dari APBN 2017.

Dana itu digunakan untuk cat jembatan, mengali saluran parit tersumbat dan pacing jalan nasional mulai dari batas Gayo Lues Agara batas Sumut.

"Tapi, kita survei di lapangan, sejak Oktober 2017 jalan nasional bertaburan lubang dan saluran parit tersumbat. Ini kita menduga adanya penyimpangan dana APBN 2017 tersebut karena kerusakan jalan nasional dan saluran parit tersumbat tidak tuntas begitu juga cat jembatan," katanya.

Untuk itu, LIRA Agara meminta kepada Polda Aceh maupun Kejati Aceh untuk mengusut tuntas dana pemeliharaan jalan nasional batas Gayo Lues Agara batas Sumut mencapai Rp 2,8 miliar dari APBN 2017.

Baca: Wakil Ketua Komisi IV DPRA: Perbaikan Jalan Berlubang harus Berkualitas

Direktur GFM Kutacane, Iskiki Handoko beberapa waktu lalu, mengatakan, mereka sebagai pihak rekanan telah melakukan pacing jalan nasional, cat jembatan dan mengali saluran parit tersumbat tersebut.

Kemudian dana pemeliharaan jalan nasional mencapai Rp 2,8 miliar dari APBN 2017 itu tidak cukup, sehingga mereka tidak mampu menuntaskan perbaiki jalan nasional yang bertaburan lubang tersebut.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved