Di Negara Ini, Setiap Warga Negara Memiliki Hak Untuk Menghina Para Politikus

Pengadilan Austria menetapkan setiap warga negara memiliki hak untuk menghina para politikus.

Di Negara Ini, Setiap Warga Negara Memiliki Hak Untuk Menghina Para Politikus
AFP/ALEX HALADA
Politisi partai sayap kiri yang juga Ketua Partai Kebebasan Austria, Heinz-Christian Strache dikritik karena keterlibatannya dalam pemerintahan Austria.(AFP/ALEX HALADA) 

SERAMBINEWS.COM, WINA - Pengadilan Austria menetapkan setiap warga negara memiliki hak untuk menghina para politikus.

Keputusan tersebut muncul setelah adanya aduan dari salah seorang politikus sayap kanan jauh yang merasa dihina oleh aktivis.

Ketua Partai Kebebasan Austria, Heinz-Christian Strache, menganggap para aktivis sayap kiri telah "melakukan penghinaan publik" dengan mengkritiknya melalui sebuah video. Strache pun mengajukan aduan ke pengadilan.

Baca: Pengabdian Babinsa, Tidak Hanya Mengawasi Desa, Serda Ali Mustain Juga Ikut Bantu Warga Panen Padi

Baca: Dirlantas: Berkendara Sambil Merokok dan Dengar Musik Tidak Ditilang, Kecuali Ugal-Ugalan

Namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan Strache karena pengadilan Wina justru menolak aduannya.

Pengadilan memutuskan, hak atas opini politik yang "provokatif dan mengejutkan" sebagai bagian fundamental dari kebebasan berekspresi.

Aduan yang diajukan Strache tersebut setelah kelompok aktivis sayap kiri jauh Linkswende Jetzt (Left Now) meminta para pendukungnya untuk mengangkat jari tengah sebagai pernyataan ketidaksukaan terhadap partisipasi Strache dalam pemerintahan Austria.

Baca: Heboh TKI Asal Aceh Dipaksa Kerja 24 Jam, Ini Penjelasan Keluarga dan Karo Humas Aceh

Baca: Lima Spesies Binatang Purba Ini Diklaim Telah Punah, Ternyata Masih Hidup Hingga Saat Ini

Mereka lantas membuat sebuah video yang menyebutkan serangkaian alasan bagi para pendukung untuk menyatakan ketidaksukaan terhadap Strache.

Dalam kasus terpisah, stasiun penyiaran Austria, ORF, akan mengajukan tuntutan hukum terhadap Strache setelah ia menuduh stasiun dan salah satu presenternya menyiarkan berita bohong.

Partai Kebebasan yang menaungi Strache adalah mitra koalisi yunior di pemerintahan sayap kanan Austria, yang dipimpin oleh Sebastian Kurz (31) dari Partai Rakyat yang konservatif. (BBC Indonesia)

Baca: Istri Ustaz Riza Muhammad Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Banjir Doa dari Warganet

Baca: Anak Presiden yang Bermain Sepak Bola di PSG, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Timothy Weah

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved