Kuburan Korban Tsunami Dibongkar

Kuburan massal korban tsunami di Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Rabu (3/3) dibongkar

Kuburan Korban Tsunami Dibongkar
MASYARAKAT Gampong Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (3/3), menggali dan memindahkan kerangka korban tsunami di Gampong Suleue, juga di Kecamatan Darussalam untuk dikebumikan di perkuburan umum Gampong Miruek Taman. 

BANDA ACEH - Kuburan massal korban tsunami di Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Rabu (3/3) dibongkar. Puluhan kerangka dari kuburan massal tersebut dipindah ke perkuburan umum Gampong Miruek Taman, masih di Kecamatan Darussalam.

Pembongkaran kuburan massal yang berada di Dusun Amplam Payong, Gampong Suleue tersebut dilakukan masyarakat Miruek Taman dengan mengerahkan satu unit alat berat. “Tanah lokasi kuburan massal itu milik seorang warga Miruek Taman. Bisa jadi tanah tersebut akan digunakan untuk satu keperluan maka kuburan massal itu dipindah ke tempat yang permanen di Gampong Miruek Taman,” kata Sekdes Suleue, Samsuar yang ditemui Serambi di lokasi kuburan massal tersebut.

Proses penggalian kuburan berlangsung sejak pagi. Pada kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter mulai terlihat plastik hitam yang membungkus jenazah korban tsunami ketika dikubur 13 tahun lalu. Satu per satu plastik hitam yang berisi kerangka korban diangkat dan dikeluarkan dari dalam plastik untuk selanjutnya disatukan tulang belulang dan dikafankan dengan kain putih yang telah disediakan.

“13 tahun lalu kami menguburkan jenazah korban dengan dibalut terpal plastik hitam pengganti kain kafan. Plastik itu pun kami cari sampai ke Lambaro sana, sedangkan kain kafan tidak tahu harus cari dimana,” kenang Sekdes Suleue.

Hingga menjelang Ashar kemarin tercatat ada sekitar 70 kerangka yang sudah diangkut dan dikebumikan di perkuburan umum Dusun Punteut, Gampong Miruek Taman. “Kami masih melakukan penggalian satu hari lagi, Minggu (4/3) untuk memastikan tak ada lagi kerangka di kuburan massal itu,” kata seorang warga Miruek Taman, Jamalis yang terlibat langsung dalam proses pemindahan kerangka korban tsunami dari Gampong Suleue.

Menurut Jamalis, kuburan korban tsunami di Gampong Miruek Taman digali dalam bentuk memanjang dan semua kerangka korban yang sudah dikafan secara islami dijejer sebanyak tiga saf. “Alhamdulillah semua berjalan sebagaimana direncanakan,” kata Jamalis.

Di Gampong Suleue, menurut Sekdes Samsuar ada 23 titik kuburan korban tsunami, termasuk yang sudah digali dan dipindahkan ke Miruek Taman. Satu lokasi lainnya juga sudah dipindah ke lokasi yang tidak terlalu jauh karena ada pembangunan komplek perumahan. Jika rata-rata dalam satu lokasi kuburan 50 orang, artinya ada 1.000 lebih korban yang dikubur di Gampong Suleue.

“Korban tsunami yang terdampar kemari kebanyakan dari kawasan Kajhu dan Gampong Cot Paya (Perumahan Polayasa), dan wilayah sekitarnya. Semoga arwah almarhum-almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian Samsuar.

Dari sekitar 70 kerangka korban tsunami yang digali dari kuburan massal Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (3/3), ditemukan satu kerangka yang masih melekat identitas berupa SIM C dan KTP Merah Putih.

SIM C yang ditemukan pada kerangka korban tercatat atas nama Anwar A Rahman, alamat Dusun Barat, Lorong Musalla Nomor 5, Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Tempat/tanggal lahir: Aceh Utara, 06-09-1975. Pekerjaan guru.

“Ada juga KTP Merah Putih tapi sudah hancur nggak terbaca lagi,” kata seorang warga Miruek Taman, Jamalis yang mengamankan identias tersebut.

Hingga sore kemarin, menurut Jamalis, dari sekitar 70 kerangka yang sudah digali dan dipindahkan ke perkuburan umum di Gampong Miruek Taman, hanya satu kerangka yang ditemukan identitas.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved