Jenazah Pasutri Ditemukan

Tim pemindahan jenazah/kerangka korban tsunami di kuburan massal Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar

Jenazah Pasutri Ditemukan
MASYARAKAT Gampong Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (3/3), menggali dan memindahkan kerangka korban tsunami di Gampong Suleue, juga di Kecamatan Darussalam untuk dikebumikan di perkuburan umum Gampong Miruek Taman. 

* Di Kuburan Massal Korban Tsunami Gampong Suleue

BANDA ACEH - Tim pemindahan jenazah/kerangka korban tsunami di kuburan massal Gampong Suleue, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar menemukan lima identitas korban di kuburan massal tersebut, termasuk pasangan suami istri (pasutri) Fajri Sanofa SH-Kasmawati.

Penemuan itu dibenarkan Zamri A Rafar, warga Gampong Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar selaku ketua panitia pemindahan kuburan massal korban tsunami di Gampong Suleue ke perkuburan umum di Miruek Taman.

“Pemilik tanah kuburan massal korban tsunami di Gampong Suleue berusaha membantu penataan lokasi kuburan korban tsunami secara permanen agar bisa dikenang sampai kapanpun. Lokasi baru yang lebih tertata itu berada di Gampong Miruek Taman,” kata Zamri A Rafar, mantan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Besar.

Menurut Zamri, pemindahan jenazah/kerangka korban tsunami dari kuburan massal Suleue ke Miruek Taman berlangsung Sabtu, 3 Maret 2018. Ada 62 jenazah/kerangka yang telah dimakamkan ke kuburan baru. Penggalian dilanjutkan Minggu (4/3) untuk memastikan kemungkinan masih ada yang tersisa, namun sudah tak ditemukan.

Dari 62 jenazah/kerangka tersebut, lima di antaranya ditemukan identitas, baik berupa KTP, SIM, maupun data lainnya. Identitas yang ditemukan masing-masing atas nama Fajri Sanofa SH, kelahiran 4 Juli 1972 di Desa Lam Isek, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Pada waktu bencana tersebut, Fajri bertugas sebagai PNS di Kanwil Kemenkumham Aceh dan tinggal di kompleks perumahan Mutiara Cemerlang, Desa Kajhu, Aceh Besar.

Adik kandung Fajri, Brigadir Tajri yang bertugas di Polsek Darul Imarah, yang dihubungi Serambi tadi malam mengatakan, jenazah kakak iparnya bernama Kasmawati juga ditemukan di kuburan massal Suleue. “Saya sudah ke lokasi dan dapat kabar dari Pak Rusli, warga Miruek Taman yang ikut dalam penggalian. Beliau mengatakan ada satu identitas atas nama Kasmawati, dan itu adalah istri abang saya,” kata Tajri.

Menurut Tajri, musibah itu bukan hanya merenggut nyawa abang dan kakak iparnya, tetapi juga dua anak laki-laki mereka yang waktu itu bermur 3 dan 6 tahun, juga hilang.

Identitas lain yang ditemukan yaitu SIM B II Umum atas nama Muhammad Dahlan Jamil, warga Desa Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Kota Lhokseumawe, kelahiran Paloh Awe 13-12-1969, pekerjaan pengemudi.

Juga ditemukan identitas berupa Kartu Anggota Badan Perpustakaan Provinsi NAD atas nama Muslim, SH, pekerjaan Mhs. F. Hukum USK, alamat Komplek Mutiara Cemerlang, Kajhu.

Selain itu, ditemukan satu identitas SIM C atas nama Anwar A Rahman, alamat Dusun Barat, Lorong Musalla Nomor 5, Kopelma Darussalam, kelahiran Aceh Utara 06 September 1975, pekerjaan guru.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved