Liputan eksklusif
Provinsi Diminta Buka Jalan Baru
Wakil Bupati Aceh Tenggara (Agara), Bukhari meminta Pemerintah Aceh membuka jalan baru untuk membuka
KUTACANE - Wakil Bupati Aceh Tenggara (Agara), Bukhari meminta Pemerintah Aceh membuka jalan baru untuk membuka keterisoliran warga yang bermukim di kaki Gunung Leuser. Hal itu seiring dengan pembangunan jalan tembus Muara Situlen-Leuser, Aceh Tenggara menuju Gelombang, Kota Subulussalam yang belum tembus.
Wabup Bukhari, kepada Serambi, Senin lalu mengatakan, pembangunan jalan Muara Situlen sebagai penghubung utama Kecamatan Leuser menuju Gelombang merupakan kewenangan Provinsi Aceh. Dikatakan, jalan ini dibangun sejak tahun 1998 yang direncanakan untuk membuka keterisoliran kawasan Kecamatan Leuser agar terhubung dengan ibu kota Aceh Tenggara dan Kota Subulussalam.
Dia menjelaskan rencana pembangunan sepanjang 70 kilometer (km) dengan titik awal Desa Lawe Desky Sabas, Kecamatan Babul Makmur menuju Kecamatan Leuser itu berakhir di daerah perbatasan Kota Subulussalam.
Bukhari menjelaskan, panjang jalan Muara Situlen-Gelombang yang sudah dibangun saat ini sepanjang 42 km dari rencana 70 km. Sehingga, sebutnya, masih ada 28 kilometer lagi badan jalan yang belum dibuka sama sekali untuk tembus menuju Subulussalam.
Dia perkirakan, untuk biaya pembangunan peningkatan jalan sepanjang 28 km sekitar Rp 55 miliar dan pembukaan dan pengerasan jalan baru sepanjang 28 km sebesar Rp 28 miliar atau total Rp 83,3 miliar.
Ditambahkan, dari panjang jalan 42 km dengan kondisi jalan yang sudah diaspal berstruktur AC-BC sepanjang 17 km, tepatnya sampai Desa Bukit Bintang Indah, Kecamatan Leuser. Selanjutnya Desa Bukit Bintang Indah sampai Desa Bunbun Alas sepanjang 25 km, jalan baru dibuka dengan kondisi beralaskan tanah.
Dia sebutkan, dari Desa Bunbun Alas ke perbatasan Kota Subulussalam sepanjang 28 km belum ada badan jalan atau harus dibuka baru. “Apabila jalan ini dibuka, maka Agara sudah bisa tembus menuju Kota Subulussalam,” ujarnya.
Menurut dia, jalan tembus Muara Situlen-Gelombang sangat diharapkan masyarakat bumi sepakat segenap, apalagi Kecamatan Leuser yang merupakan kawasan pedalaman, tetapi memiliki potensi besar sebagai penghasil komoditas perkebunan dan pertanian.
Disebutkan, Kecamatan Leuser memiliki jumlah penduduk 6.998 jiwa atau 1.925 kepala keluarga (KK), mayoritas bekerja di sektor pertanian. Luas wilayah keseluruhan 16.400 hektare (ha) dan sudah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan dengan status lahan areal penggunaan lain (APL) seluas 12.400 ha atau 75,6 persen dari luas wilayah yang ada dengan topografi berbukit, sehingga berpotensi untuk dikembangkan kawasan perkebunan rakyat.
Area seluas 8.680 ha atau 75 persen APL merupakan kawasan sentra pengembangan tanaman jagung serta sisanya 3.720 ha atau 25 persen merupakan kawasan perkebunan kemiri, kelapa sawit, cokelat, dan komoditas andalan lainnya.
Dari luas lahan tanaman jagung yang ada saat ini dapat menghasilkan sekitar Rp 472 miliar/tahun atau per bulannya Rp 39,3 miliar dengan pendapatan Rp 20.415.000/bulan per kepala keluarga.
Dikatakan, berdasarkan potensi pertanian yang cukup besar itu, maka akan mampu menyejahterakan masyarakat dan membutuhkan akses jalan tembus Muara Situlen-Gelombang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-koni-aceh-tenggara_20180219_151327.jpg)