Tiga Pemain PSAP Sigli Bebas Bersyarat

Tiga pemain sepakbola PSAP Sigli divonis bebas bersyarat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh

Tiga Pemain PSAP Sigli Bebas Bersyarat
TIGA pemain PSAP Sigli menyalami majelis hakim usai sidang putusan kasus pemukulan wasit di Pengadilan Negeri, Banda Aceh, Senin (5/3). 

BANDA ACEH - Tiga pemain sepakbola PSAP Sigli divonis bebas bersyarat oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (5/3) dalam kasus pengeroyokan terhadap Aidil Azmy, wasit yang memimpin pertandingan PSAP Sigli vs Aceh United dalam kompetisi Liga 3. Ketiga pemain itu adalah Muhammad Causar, Nurmahdi, dan Fajar Munandar.

Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai, H Supriadi MH didamping dua hakim anggota, Eti Astuti MH dan Faisal Mahdi MH dalam sidang pamungkas.

Kendati bebas bersyarat, ketiga pemain tetap divonis bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama di muka umum sebagaimana diatur pada Pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara masing-masing enam bulan,” kata Supriadi membacakan amar putusan di hadapan para terdakwa yang tak didampingi pengacara.

Vonis tersebut lebih berat tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh yang dibacakan Zulkarnain SH pada sidang sebelumnya.

Tapi terhadap putusan itu, kata Supriadi, para terdakwa boleh tidak menjalani hukuman kurungan badan dengan masa percobaan selama satu tahun. Apabila dalam waktu setahun para terdakwa kembali terbukti melakukan tindak pidana, maka putusan tadi tetap berlaku. “Membebaskan terdakwa setelah putusan ini dibacakan. Membebankan terdakwa membayar biaya perkara 2.000 rupiah,” ujar Supriadi.

Vonis itu dibacakan berdasarkan keterangan saksi-saksi. Para pemain itu diadili ke meja hijau karena kasus pemukulan wasit pada laga antara PSAP Sigli dan Aceh United di Lapangan Stadion Dimurthala, Banda Aceh, 18 Agustus 2017. Dalam persidangan terungkap, pengeroyokan terhadap Aidil Azmi terjadi yang saat ia memimpin jalannya pertandingan.

Pemain PSAP menilai wasit tidak netral karena tidak memberi kartu kuning saat pemain Aceh United melanggar pemain PSAP. Akibat pengeroyokan itu, Aidil Azmi mengalami bengkak di bagian kepala dan luka gores di bagian lengan kiri atas. Tapi, pada persidangan sebelumnya korban dan terdakwa sudah saling memaafkan.

Menurut majelis hakim, perbuatan ketiga pemain PSAP Sigli terbukti melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP. Selama persidangan, majelis hakim tidak menemukan adanya alasan pemaaf dan terdakwa dianggap mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, majelis hakim memiliki pendapat tersendiri atas kasus itu dengan tidak memenjarakan ketiga pemain.

“Sangatlah adil para terdakwa dijatuhkan pidana bersyarat dengan pertimbangan para terdakwa dan korban sudah saling memaafkan dan sambil bersalaman dalam sidang sebelumnya. Karena para terdakwa dijatuhkan pidana bersyarat maka para terdakwa dibebaskan setelah putusan ini dibacakan,” kata Supriadi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved