Longsor Timbun Dapur Rumah Warga Abdya, Sudah 12 Jam Lebih belum Bisa Dibersihkan

Pembersihan longsor yang menutup dinding dapur rumah M Thalib terkendala karena tak ada akses jalan masuk alat berat ke lokasi.

Longsor Timbun Dapur Rumah Warga Abdya, Sudah 12 Jam Lebih belum Bisa Dibersihkan
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Dapur rumah M Thalib, warga Dusun IV (Alue Bata), Desa Cot Manee, Blangpidie, Kabupaten Abdya, tertimbun longsor pada Sabtu (10/3/2018) dini hari. Sampai Minggu (11/3/2018), longsor belum dapat dibersihkan. 

Laporan Zainun Yusuf | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Dapur rumah milik M Thalib, warga Dusun IV (Alue Bata), Desa Cot Manee, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), tertimbun longsor setelah kawasan itu dilanda hujan lebat, Sabtu (10/3/2018) dini hari.

Sampai Minggu (11/3/2018), longsoran tanah yang menimbun rumah warga tersebut belum berhasil dibersihkan.

M Thalib khawatir akan terjadi longsor susulan karena kawasan tersebut kembali diguyur hujan pada, Minggu (11/3/2018) sore.

Tebing tanah setinggi 7 meter di belakang rumahnya dalam kondisi retak-retak dan rawan longsor.

(Baca: Warga Bawa Parang ke Polres Aceh Barat, Ini yang Dipersoalkan)

(Baca: Ustadz Abdul Somad Akan Ceramah Dua Jam di Terminal Beureunuen, Pidie)

(Baca: Tikam Ustaz Abdul Rahman saat Shalat Subuh, Wanita Ini Mengaku Dapat Wahyu dari Allah)

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin ketika dihubungi Serambinews.com, Minggu (11/3/2018) mengatakan, pembersihan longsor yang menutup dinding dapur rumah M Thalib terkendala karena tak ada akses jalan masuk alat berat ke lokasi.

“Kita sudah lihat lokasi, alat berat tak bisa masuk ke lokasi untuk membersihkan longsor,” kata Amiruddin. Penanganan hanya bisa dilakukan dengan cara membuat tebing darurat dari susunan goni yang diisi tanah untuk mencegah longsor susulan.

Pekerjaan membuat tanggul penahan tebing dari susunan goni yang diisi tanah direncanakan dilakukan Senin (12/3/2018) yang melibatkan petugas BPBK Abdya.

(Baca: Istrinya Jadi TKW, Pria Ini Malah Nikah Lagi dengan Wanita Lain dan Minta Dibiayai)

(Baca: Polisi Ungkap Kasus Pencurian Aset PDAM Aceh Utara Senilai Setengah Miliar, Ini Tersangkanya)

“Tak ada cara lain, kecuali membuat tebing penahan darurat, sedangkan penanganan secara permanen dari beton akan direncanakan Dinas PU,” kata Amiruddin.

Sementara M Thalib mengatakan, penanganan darurat dengan cara membuat tebing dari susunan goni yang diisi tanah dinilai tak mampu bertahan. Dia minta dibangun tebing dari beton (permanen) sepanjang dapur rumah warga setempat sejak jalan masuk lokasi Pesantren MUDI Desa Cot Manee.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved