Breaking News:

Deah Pangwa Krisis Air Bersih

Sekitar seribuan warga pesisir di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, mengeluhkan terhentinya

Editor: bakri
Pekerja mengerjakan sumur bor milik warga di kawasan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan . Pasca terjadinya krisis air bersih akibat terputusnya suplai air bersih dari PDAM Tirta Naga sebagian masyarakat pelanggan mulai membangun sumur bor di rumah mereka. 

MEUREUDU - Sekitar seribuan warga pesisir di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, mengeluhkan terhentinya suplai air PDAM ke perkampungan nelayan itu sejak dua minggu lalu. Sehingga warga mengahdapi krisis air bersih dan terpaksa menggunakan air sumur yang sangat tidak layak konsumsi, karena bercampur air laut, berwarna kuning dan berbau, untuk kebutuhan rumah tangga.

Hal ini terjadi menyusul dibongkarnya jembatan Krueng Pangwa yang nyaris runtuh akibat gempa bumi akhir Desember 2016 lalu, oleh rekanan untuk pembangun kembali jembatan tersebut. Padahal di jembatan itu, terdapat pipa PDAM yang ikut dibongkar. Sehingga distribusi air terganggu.

Sementara, pemerintah dan rekanan termasuk pihak PDAM Tirta Krueng Meureudu, tidak memiliki inisiatif membangun jalur pipa alternatif sebelum dilakukannya pembongkaran jembatan, untuk mencegah terhentinya suplai air ke kawasan permukiman di seberang Krueng Pangwa. Dan selama dua minggu ini, hak pelanggan PDAM untuk mendapatkan air bersih pun diabaikan.

“Kami di Deah Pangwa ini sudah dua minggu kesulitan mendapatkan air bersih untuk mandi, cuci dan kakus (MCK), termasuk untuk memasak,” kata Keuchik Deah Pangwa, Munawir SPDi, Senin (12/3).

Mewakili warganya, Munawir mendesak PDAM Tirta Krueng Meureudu segera mengambil tindakan untuk menyuplai air ke kawasan ini, dengan menggunakan mobil tanki atau upaya lainnya. Karena PDAM bertanggung jawab menjamin suplai air pelanggannya. “Kami berharap persoalan ini tidak diabaikan dan membiarkan warga mengalami krisis air bersih,” kata Munawir.

Rekanan proyek pembangunan jembatan Krueng Pangwa, Razi Juliyana yang dihubungi Serambi kemarin, mengaku sudah menemui Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri untuk membicarakan solusi agar suplai air bersih ke Deah Pangwa kembali lancar. Namun hingga saat ini belum ada keputusan terkait tindakan apa yang harus dilakukan. Sementara, pipa distribusi air itu sudah dibongkar seluruhnya, seiring dengan pengerjaan proyek jembatan tersebut.

“Kami sudah menyetor dana Rp 10.000.000 kepada Direktur PDAM Tirta Krueng Meureudu, untuk membantu perbaikan jaringan pipa PDAM untuk masyarakat Gampong Deah Pangwa yang terkena imbas akibat pembongkaran jembatan Krueng Pangwa,” kata Razi Juliana yang dihubungi Serambi melalui telepon selulernya, kemarin.(ag)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved