Breaking News:

Dulu Disebar dengan Ketapel, Senjata Biologi Lebih Mengerikan dari Bom Nuklir

Meskipun sejumlah badan dunia telah melarang penelitian di bidang persenjataan yang satu ini, sejumlah negara bergeming dan tetap melakukannya.

Persiapan uji senjata biologi kepada para tawanan Jepang pada Perang Dunia II | TIME 

SERAMBINEWS.COM - Senjata biologi sesungguhnya lebih mengerikan dibanding bom nuklir. 

Efeknya memang tak langsung mencabut nyawa tetapi lebih dulu membuat seseorang menderita secara perlahan. 

Senjata ini dirancang sebagai wahana pengantar bibit penyakit atau kuman dalam jumlah banyak.  

Bibit penyakit atau kumannya pun dipilih dari jenis yang mematikan dan sulit diobati.

Meskipun sejumlah badan dunia telah melarang penelitian di bidang persenjataan yang satu ini, sejumlah negara bergeming dan tetap melakukannya. 

Berdasarkan temuan ilustrasi kuno, terungkap bahwa perang kuman telah dilakukan sejak abad pertengahan.

Baca: Malindo Mulai Layani Banda Aceh-Penang

Teknik yang dilakukan masih amat sederhana. Kuda yang diketahui mati karena menderita penyakit aneh, dilontarkan dengan ketapel ke wilayah musuh. 

Harapannya, penyakit hewan ini menular ke penduduk setempat. Kemungkinan penyakit ini adalah tetanus, yang disebabkan bakteri anaerob Clostridiumtetani. 

Cara pengiriman senjata biologi lainnya adalah material biologi (kuman) disiapkan dalam bentuk aerosol. Dalam kaitan ini, berarti ada bagian padat, cair, dan gas. 

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved