Kepala Baitul Mal: Tindak Calo Rumah Bantuan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Baitul Mal Aceh (BMA), Zamzami Abdulrani meminta pihak berwajib mengambil tindakan

Kepala Baitul Mal: Tindak Calo Rumah Bantuan
SERAMBI/M NAZAR
Buruh kerja menyelesaikan pembangunan rumah bantuan dhuafa di Gampong Riweuk, Kecamatan Sakti, Pidie. SERAMBI/M NAZAR

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Baitul Mal Aceh (BMA), Zamzami Abdulrani meminta pihak berwajib mengambil tindakan hukum terhadap calo rumah bantuan yang mengatasnamakan BMA. Meski pun mengaku tidak melihat langsung aksi tersebut, namun pihaknya sudah menerima laporan dari beberapa daerah.

“Untuk mengantisipasi hal-hal demikian sehingga tidak merugikan pihak lain, kami cepat-cepat mencari solusi. Untuk menghadapi hal tersebut kita sudah lapor ke Polda Aceh, jika terjadi pengutipan liar supaya ditindak sesuai hukum,” terang Zamzami saat menjadi narasumber Program Cakrawala Radio Serambi FM 90,20 MHz bertajuk ‘Calo Rumah Bantuan Sudah Keterlaluan’, Rabu (14/ 3).

Program Cakrawala tersebut juga menghadirkan narasumber internal Redaktur Opini sekaligus Kepala Litbang Harian Serambi Indonesia, Asnawi Kumar dan dipandu Host Serambi FM, Tya Andalusia. Zamzami memaparkan, ada beberapa daerah seperti Simeulue, Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Nagan Raya melaporkan ada calo-calo yang meminta uang pada calon rekanan dengan memberikan rumah baitul mal untuk mereka kerjakan. Padahal dia mengaku, pihaknya masih tahap pengusulan anggaran di dewan pertimbangan syariah, belum pada tahap membagikan paket proyek kepada calon-calon pelaksana.

Selain daerah-daerah yang disebutkan itu, ia meyakini ada daerah lain yang juga mengalami hal serupa. Mengingat calo rumah bantuan bukanlah hal baru dan beberapa tahun lalu kejadian yang sama juga terjadi.

Ia menyebutkan, BMA mengusulkan anggaran untuk 1.000 unit rumah bantuan dengan memprioritaskan senif muzakki yang tersebar di 23 kabupaten/ kota. Ia optimis Dewan Pertimbangan Syariah menyetujui usulan pihaknya. Pun begitu, saat ini BMA sudah menerima 4.000 lebih permohonan bantuan, namun pihaknya belum menentukan penerima. Kalau memang usulan pihaknya disetujui, ia akan menurunkan tim verifikasi ke daerah-daerah.

“Insya Allah saya sangat optimis usulan disetujui karena Dewan Pertimbangan Syariah sudah melihat keadaana rumah masyakatat di kampung-kampung sangat memperihatinkan. Angka kemiskinan meningkat, jadi untuk menurunkan angka kemiskan kita gotong royong,” imbuh Zamzami.

Namun ia tidak bisa memastikan kapan persetujuan atas usulan tersebut didapatkan, karena itu adalah kewenangan BMA. Ia menyebutkan, dari 23 kabupaten/ kota paling banyak akan dibangun di Aceh Timur, hal ini mengingat persentase angka kemiskinan lebih tinggi di kabupaten itu. (rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved