Cara Malaysia Gaet 27 Juta Wisatawan
Entah sopir bus, Ah Seng yang mahir mengemudi atau jalan mulus tak berlubang yang membuat penumpang begitu nyaman
TOURISM Malaysia mengundang 16 jurnalis dan sejumlah travel agent dari Indonesia, Filipina, dan Brunei Darussalam pada 2 hingga 5 Maret lalu.
Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Hadi, satu-satunya dari Aceh yang diundang untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Malaysia.
Berikut catatan Serambi berdasarkan wawancara khusus dengan Tuan Syed Yahya Syed Othman (Director of International Promotion Division Southeast Asia di Tourism Malaysia) yang sukses menggaet puluhan juta wisatawan mancanegara ke negaranya.
Baca: Tan Sri Sanusi Junid, Bankir Berdarah Aceh yang Berjaya di Malaysia, Bermula dari Kampung Yan
***
Entah sopir bus, Ah Seng yang mahir mengemudi atau jalan mulus tak berlubang yang membuat penumpang begitu nyaman.
Tapi, para penumpang tekun mendengar omongan pemandu, Paul Ng yang didampingi Ezry Halil Che Om saat menjelaskan berbagai tempat wisata di Malaysia.
Setelah melewati jalan raya, sopir mengarahkan bus pelan ke jalan lebih kecil hingga berhenti di sebuah homestay Kampung Labu Kubong, Kuala Kangsar, Perak, Malaysia.
Rombongan terkejut menyaksikan orang tua dan muda berpakaian adat diiringi tabuhan rebana menyambut tamu. Begitu melewati barisan orang kiri-kanan hingga disambut para tetua adat dan dibawa ke depan homestay. Atraksi bela diri dan penampilan kesenian cukup mengesankan.
Baca: Tim Arkealog Aceh dan Malaysia Temukan Ratusan Makam Kuno dan Keramik Peninggalan Kerajaan Lamuri
Kemudian rombongan dijamu makan setelah melihat-lihat kerajinan setempat. Seusai berkeliling homestay kami pun kembali ke tempat semula dan disuguhi mi kangsar. Ternyata banyak wisatawan dibawa ke tempat yang sudah mendapat penghargaan ini.
Menurut Syed Yahya Syed Othman, setahun lebih kurang 27 juta orang pelancong dari seluruh dunia datang ke Malaysia.
Ini merupakan hasil dari promosi ke seluruh dunia agar mau berkunjung ke Malaysia. Tapi fokus utama lebih kepada negara-negara tetangga di Asean, seperti Singapura, Indonesia, dan Thailand.
“Karena bisa datang ke Malaysia dari jalan darat, laut, dan udara,” ujarnya.
Baca: Loh Guan Lye Pamer Alat Medis Canggih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasangan-foto-prewedding-di-jalan-kawasan_20180316_100956.jpg)